12 July 2001

Berkedok Undian, Guru Nyaris Ditipu Rp 16 Juta

Pontianak- Belakangan ini penipuan berkedok undian berhadiah kembali merebak di kota Pontianak, kali ini korbannya seorang ibu yang tinggal di jalan Yos Soedarso, Rusmini (36 tahun), yang harus menyerahkan uang sebesar Rp 16 juta kepada pelaku. Untung saja, uang sebesar itu tidak jadi disetorkan, lantaran wanita yang berprofesi sebagai guru SMP I Sei Raya itu melakukan konsultasi dengan pihak Polda Kalbar. Menurut Kadispen Polda Kalbar Kompol Drs Suhadi SW kepada wartawan, peristiwa ini berawal pada Senin pagi (9/7) korban Rusmini mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Bambang Irawan dari stasiun televisi swasta Indosiar, Jakarta. Lelaki itu memberitahukan bahwa Rusmini memperoleh hadiah dari Indosiar berupa sebuah mobil jenis Kijang seharga Rp 185 juta. Namun sebelum mengambil hadiah itu, Rusmini harus menyerahkan pajak undian sebesar Rp 16 juta, dan disetorkan ke rekening Lippobank. Tetapi karena korban tidak memiliki uang sebesar itu, terjadilah penawaran antara korban dan pelaku. Rusmini sanggup mengirimkan uang sebesar Rp 10 juta, dan sisanya nanti bisa diangsur atau dicicil. Sebelumnya, korban mengaku tidak memiliki rekening di Lippobank, tapi ada di BRI (Bank Rakyat Indonesia). Mendengar perkataan itu, tentu saja pelaku tidak mempermasalahkan, bahkan dia meminta Rusmini segera mengirimkan uang seadanya dulu.


Kepercayaan terhadap pelaku membuat korban merasa yakin bahwa dia bakal menerima mobil Kijang itu. Apalagi lelaki yang bernama Bambang tersebut memberikan dua nomor handphone (HP)-nya masing-masing bernomor 0818815043 dan nomor Indonsiar 0818913904. "Namun sebelum korban akan menyetorkan uangnya kepada pelaku. Dia datang ke Mapolda Kalbar untuk melakukan konsultasi," ujar Suhadi, yang menerima Rusmini di ruang kerjanya. Dikatakan Suhadi kepada korban bahwa Rusmini telah ditipu oleh seseorang bernama Bambang. Pernyataan ini terbukti setelah Suhadi menelepon ke pihak Indosiar. Kebetulan saat itu yang menerima bagian Humas Indosiar Gufron. Melaluinya dikatakan bahwa perusahaannya tidak pernah menyelenggarakan undian hadiah seperti itu, jika ada toh akan diberikan kepada pemenang dan ditayangkan langsung di layar televisi. AP Post sendiri mencoba mengontak dua nomor HP tersebut. Untuk 0818815043 dijawab oleh seorang lelaki, namun sayang saat dikatakan apakah nomor ini milik Bambang, mendadak lelaki itu mematikan HP-nya. Sedangkan nomor HP kedua oleh pelaku tidak diaktifkan alias tidak bisa dihubungi. Suhadi mengimbau kepada warga agar untuk berhati-hati dengan modus penipuan seperti itu. "Sebaiknya, jika warga menerima telepon seperti kasus tersebut, terlebih dahulu mengecek kebenarannya dan segera menghubungi kantor Polisi." (arm)

Pontianak Post - Kamis, 12 Juli 2001


http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Metropolis&id=9517

No comments: