02 August 2001

Penipuan Berkedok Undian Marak Lagi

Pontianak- Telepon gelap kepada seseorang berkedok undian berhadiah dari televisi swasta di tanah air kembali mencuat. Isi telpon tersebut berisikan pesan bahwa salah satu pemirsa mendapatkan hadiah berupa sebuah motor Suzuki Shogun. Hadiah akan dikirim asalkan "pemenang" bersangkutan mengirimkan sejumlah uang kepada penelepone dengan transfer rekening di sebuah bank. Hal inilah yang dialami pemirsa setia gebyar BCA di Indosiar bernama Muhammad Yamin yang tinggal di Kompleks Perumnas III, Tanjung Hulu Pontianak, Senin (29/7) lalu.

Hanya saja, Yamin cepat-cepat menutup telepon, ketika penelpon tersebut akan menyebutkan nomor rekeningnya. Informasi yang dihimpun AP Post, telepon di rumah Yamin berdering dan anaknya yang mengangkat. Suara di seberang sana menanyakan apakah bapak (Yamin.red) ada di rumah, oleh si anak, diteriakilah bapaknya. Yamin yang sedang sarapan pagi buru-buru menghampiri telepon.

Si penelepon memperkenalkan diri sebagai Drs Indra Jaya dari TV Indosiar dan mengatakan kalau Yamin beruntung mendapatkan hadiah berupa motor Suzuki Shogun. Tapi sebelum barang dikirim ke alamat Yamin, penelpon tersebut meminta sejumlah uang sebesar Rp 3,5 juta sebagai pajak kendaraan. Tak hanya pajak yang ditanggung pemirsa, Indra Jaya juga menyebutkan untuk ongkos kirim, Yamin harus mentransfer uang tersebut ke rekeningnya Rp 1 juta. Keseluruhan uang tersebut harus dikirim paling lambat dua hari sejak ditelpon. Yamin yang telah mengetahui bahwa setiap undian yang dilaksanakan oleh televisi di tanah air, pasti ada pemberitahuan terlebih dahulu melalui surat, dengan cepatnya langsung menutup telepon ketika suara di seberang sana hendak menyebutkan nomor rekening. "Saya sering nonton tayangan tersebut, tapi tak pernah disebutkan jika ada penarikan undian untuk pemirsa," jelas Yamin. Menurutnya, hal itu pasti cara penipuan yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab dengan berkedok undian berhadiah dari televisi swasta. (zrf)


Pontianak Post - Kamis, 2 Agustus 2001

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Metropolis&id=9922

No comments: