26 October 2001

Terkecoh Undian, Warga Pontianak Tertipu Rp3,9 Juta

Pontianak- Aksi tipu menipu dengan berkedok undian berhadiah secara langsung kembali marak di tenhah-tengah masyarakat. Kali ini penipuan dengan cara mengirim surat ke rumah calon korban justru dengan memakai nama perusahaan produsen permen Sugus. Sudah ada warga Pontianak yang tertipu mentah-mentah dengan mengirimkan uang sebesar Rp 3,9 juta ke sebuah rekening dengan alasan di penipu sebagai pajak undian setelah korban berhasil memenangkan undian langsung sebuah mobil maupun sepeda motor. Seperti keterangan Kadispen Polda Kalbar Kompol Drs Suhadi SW kepada AP Post, sudah ada tiga orang yang lapor dan diantaranya menjadi korban penipuan berkedok undian tersebut. Adapun nama penipuan undian tersebut oleh pelaku diberi nama Pesta Bagi-bagi Hadiah 2001 PT Super World Wide Foodstuff Industries (Sugus).


Pihak Polda Kalbar yang menerima laporan tersebut langsung melakukan konfirmasi ke perusahaan yang berkedudukan di Gedung Sentra Mulis Jalan H Rasuna Said X-6 nomor 8 Jakarta. Dari pihak perusahaan membantah keras dan memberikan keterangan kalau nama perusahaannya dicatut. Bahkan melalui kuasa hukum yang berkedudukan di Tangerang juga telah memberikan keterangan serta mengirim faximile, untuk memperjelas duduk permasalahannya dan agar masyarakat tidak banyak tertipu, pihak perusahaan yang dicatut tersebut juga telah menyampaikan iklan pengumuman di media nasional.

"Pelaku yang mengatasnamakan Darmalaga SE mengirimkan surat kepada calon korban dan menyatakan telah memenangkan hadiah undian, dan meminta sebelum hadiah dikirim agar korban dapat mengirimkan uang sebesar Rp 3,9 juta ke rekening BCA Kelapa Gading dengan nomor 6320116625, bahkan mencantumkan nomor handphone yakni 0817760137. Untuk menyakinkan calon korbannya surat tersebut juga melampirkan surat pengantar palsu dari Polda Metro Jaya serta surat keterangan yang juga palsu yang menyatakan penyelenggaraan undian tersebut sah," jelas Suhadi.

Penipuan tersebut ternyata bukan hanya terjadi di Kalbar saja, melainkan juga menyebar ke Bali dan Riau. Suhadi menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dan tergiur atas cara-cara penipuan seperti itu yang jelas-jelas tidak masuk akal. Sedangkan kendala dalam pengungkapan kasus tersebut menurut Kadispen karena pihak bank yang dipakai untuk transaksi dana tidak dapat bekerja sama secara baik dengan alasan rahasia bank dan memerlukan ijin yang berbelit dan panjang untuk dapat mengetahui siapa pemilik rekening untuk menipu tersebut. (rag)



Pontianak Post - Jumat, 26 Oktober 2001


http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Metropolis&id=10700

No comments: