11 October 2002

Tukang Daging Tertipu SMS Berhadiah

Penipuan dengan modus SMS berhadiah masih mengambil korban. Rismandi (33), pedagang daging warga Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengadu ke polisi setelah menjadi korban penipuan berkedok sayembara Simpati melalui SMS yang masuk dalam telepon genggam miliknya.

Dalam pengaduannya di Mapolresta Padang, Selasa, Rismandi menjelaskan, penipuan berawal dari masuknya SMS dari seseorang ke HP-nya, Selasa (1/10) sekitar pukul 14:00 WIB yang memberitahukan kalau dirinya dinyatakan sebagai pemenang undian Simpati se-Indonesia.

Dengan kemenangan itu, korban berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp75 juta, sebelum uang tersebut diterima, maka korban diwajibkan mengeluarkan pajak dan biaya administrasi dengan total Rp5 juta.

Mendapat kabar baik itu korban langsung bersuka cita tanpa menyadari undian itu hanyalah penipuan. Korban kemudian menghubungi nomor yang tertulis dalam SMS itu untuk konfirmasi.

Menurut dia, setelah nomor itu diangkat terdengar suara laki-laki dengan tutur kata yang sopan dengan penuh basa-basi mengucapkan selamat atas kemenangan korban.

"Saya lalu diminta segera mengirimkan biaya untuk pajak dan administrasi melalui rekening BCA nomor 3721127506 atas nama Enceng Susanto, agar hadiah segera dicairkan," ujarnya.

Korban langsung percaya tanpa curiga sedikit pun. Setelah telepon ditutup korban dengan menggunakan sepeda motor bebek tuanya meluncur menuju BNI untuk mentransfer uang rekening tabungannya ke rekening BCA yang disebutkan via SMS itu.

Setelah transfer dilakukan, korban pun dengan puas meninggalkan bank dan di rumanya memberitahukan kabar gembira itu pada orang yang dijumpainya.

Salah seorang kenalan korban saat mendapat kabar itu meminta korban mencek kembali isi SMS tersebut, karena selama undian semacam itu banyak tersiar melalui media sebagai salah satu bentuk penipuan.

Korban kontan kaget mendengar berita tersebut dan baru menyadari dia telah jadi korban penipuan. Tanpa buang waktu korban segera mendatangi Mapolresta Padang untuk menyampaikan pengaduan.

Salah seorang aparat Polresta yang menerima laporan korban meminta agar korban secepatnya kembali ke BNI untuk memblokir transfer uang yang telah dilakukan korban.

Korban pun kembali ke BNI untuk memblokir transfer tapi di bank korban kecewa karena uangnya telah terlanjur ditransfer dan tidak bisa dibatalkan. Dengan putus asa korban kembali ke Mapolresta untuk menyampaikan pengaduan dan menyatakan telah dirugikan pelaku Rp4.999.998.

Kasus penipuan itu, ditangani Sat-Reserse Polresta Padang untuk diusut secara hukum yang berlaku.

satunet.com - Kamis, 11 Oktober 2002

http://www.x-phones.com/www/art_detail.php?id=2162

No comments: