04 April 2003

Kasus Undian Susu Bendera Promo

Korban Minta Polisi Usut Afrizal Noor

Kasihan, Bernas
Korban penipuan dengan modus undian berhadiah PT Frisian Flag Indonesia, Sri Wahyuni (32) -- warga Jogoragan, Banguntapan, Bantul, meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut nama-nama yang diduga terlibat dalam sindikat penipu itu. Antara lain adalah Drs Afrizal Noor SE (NIP 0610187712) yang disebutkan pejabat di Kantor
Pelayanan Pajak Wilayah IV Jakarta Raya I. Polisi juga diharapkan dapat mengusut kebenaran nama Drs H Saleh Hamid yang disebut-sebut sebagai penanggung jawab dari pihak PT Frisian Glag Indonesia dalam proses pengundian tersebut.

Demikian diungkapkan oleh Sri Wahyuni didampingi suaminya di Kantor Redaksi Bernas, Kamis (3/4). Sebab, nama Afrizal yang berpangkat sebagai Penata Tingkat I dengan Golongan III-b sebagai anggota pemeriksa adalah yang menerima uang transfer dari korban sebesar Rp 5.655.000 melalui Bank Danamon Mangga Besar II, Jakarta Timur. Selain itu, nama lain yang disebut-sebut adalah Linda Sari yang juga beralamat di kawasan Jakarta Timur.

Sri Wahyuni mengungkapkan hal itu karena meskipun ia sudah melaporkan kasus penipuan itu ke Polda DIY, namun hingga saat ini ia belum memperoleh hasil perkembangan penyelidikan yang dilakukan polisi. Sri Wahyuni dan suaminya juga menduga ada kemungkinan keterlibatan orang dalam yang melakukan penipuan secara terorganisasi itu. Sebab, meskipun korban sudah melaporkan kasus itu, tidak ada tindakan dari pihak penyelenggara.

"Kami sudah melapor ke polisi, tapi sampai sekarang kok tak ada hasilnya. Kami minta nama-nama yang pernah menerima uang kami, Afrizal Noor itu diusut. Jangan-jangan dia memang pejabat di Kantor Pajak itu karena disitu disebutkan beberapa nama pejabat, termasuk Afrizal Noor," katanya.

Seperti diberitakan (Bernas, 14/2), undian Susu Bendera Promo yang berhadiah sepedamotor Kawasaki Ninja, memakan dua korban, salah satunya Sri Wahyuni. Penipuan itu dilakukan dengan cara transfer uang melalui Bank Danamon.

Sri Wahyuni mengatakan, ia menerima surat pemberitahuan memenangkan undian itu pada 11 Februari 2003. Dirinya sebenarnya awalnya meragukan kebenaran sistem undian tersebut. Namun, karena ia melihat kupon asli yang berisi tulisan tangan suaminya dilampirkan dalam berkas pengumuman itu. Ia juga menerima berkas copy faktur warna
kuning yang seolah-olah asli dari PT Kawasaki Motor Indonesia, Jalan Perintis Kemerdekaan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia akhirnya merasa yakin dirinya memang akan mendapatkan hadiah berupa satu unit sepedamotor. Selanjutnya, korban mengirimkan uang sebesar Rp 5.655.000 yang ditransfer ke Bank Danamon di Mangga Besar II, Jakarta Timur.

Kemudian setelah ditunggu sampai batas waktu yang dijanjikan untuk pengiriman sepedamotor, korban tidak pernah menerima hadiah itu. Korban akhirnya mencoba mengklarifikasi kasus itu ke Kantor PT Frisian Flag Indonesia di Jalan Magelang. Namun, ia mendapat jawaban bahwa peristiwa yang dialami korban adalah penipuan karena pihak PT Frisian Flag Indonesia sudah mengumumkan secara resmi pada 11
Januari 2003. (rts)

http://www.indomedia.com/bernas/042003/04/UTAMA/04met2.htm

1 comment:

Anonymous said...

It was very interesting to read about this in your article. blood pressure Read a useful article about tramadol tramadol