04 November 2003

Menghindari penipuan berkedok undian

Belakangan ini, penipuan berkedok undian hadiah semakin merajalela. Modusnya pun beragam, dari lewat surat sampai lewat short message service (SMS). Nah, bagaimana kita mengetahui bahwa surat atau pesan yang kita terima merupakan modus penipuan?

1. Biasanya, informasi menyebutkan bahwa korban mendapatkan hadiah berupa voucher, uang tunai atau kendaraan bermotor. Untuk komunikasi, pelaku menunjuk seseorang lengkap dengan nomor HP, tanpa menggunakan fixed phone (telepon rumah). Kalaupun menggunakan fixed phone, biasanya nomor tersebut belum terdaftar.

2. Batas waktu yang diberikan biasanya sangat terbatas, kurang dari seminggu.

3. Calon korban diminta melakukan transfer uang ke nomor rekening atas nama pribadi, bukan perusahaan.

4. Jika modusnya dengan surat, maka untuk meyakinkan calon korban, biasanya disertakan surat-surat palsu dari Departemen Sosial, Kepolisian, serta bukti pemesanan pembelian barang untuk hadiah dari penyelenggara.

5. Dalam aksinya, pelaku jarang menggunakan nomor fixed phone atau kartu pasca bayar.

Apa yang bisa kita lakukan bila mendapatkan kiriman SMS, telepon atau surat yang menyebutkan bahwa kita memenangkan undian?

1. Tanggapi informasi tersebut dengan tenang, rasional dan tidak emosional.

2. Coba ingat-ingat, apakah Anda pernah mengikuti undian, kuis atau sejenisnya. Bila tidak, abaikan pesan atau surat tersebut. Namun, bila Anda pernah mengikuti, hubungi penyelenggara untuk melakukan konfirmasi atas kebenaran berita tersebut.

3. Jangan menghubungi pelaku melalui HP yang sudah ditentukan. Cobalah mengontak perusahaan yang disebut melalui customer servicenya. Anda dapat minta bantuan Telkom untuk meminta nomor telepon perusahaan yang tertera.

4. Jika ada lampiran surat dari Kepolisian atau Departemen Sosial, tanyakan kepada instansi-instansi tersebut, apakah telah mengeluarkan surat dengan nomor yang tertera di surat lampiran tersebut.

5. Jangan sekali-kali mengikuti perintah pelaku jika Anda belum mendapatkan jawaban atas kebenaran informasi dari perusahaan penyelenggara, misalnya membeli voucher kemudian memberikan nomor voucher, pergi ke ATM dan mentransfer uang, dan sebagainya.

6. Ingat, hak untuk mendapatkan hadiah undian adalah 6 (enam) bulan sejak diundi dan dipublikasikan tak hanya 6 (enam) hari. Jadi, kita punya waktu cukup untuk mengumpulkan kebenaran informasi tersebut, dan tidak ada kata terlambat.

7. Jika Anda yakin bahwa itu merupakan modus penipuan, segera laporkan kepada yang berwajib. Juga, informasikan masalah ini kepada orang di sekitar Anda agar mereka tidak menjadi korban.

Kiriman: Sularsi, YLKI, ­Jakarta

http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=2802

Nova edisi No. 819 /XVI/4-10 November 2003

No comments: