13 January 2004

Lagi, Undian Berhadiah Nyaris Makan Korban



Berkat Stempel Ganda, Tour ke Jepang Gagal

Pontianak,- TAK hanya SMS via handphone yang marak, namun beragam jenis undian berhadiah yang berkedok jalan-jalan ke luar negeri pun mulai menelan korban warga kota Pontianak. Seperti halnya dialami Farida (62) yang diumumkan sebagai pemenang undian Kilau Putih Shinzui dan berhak mendapatkan hadiah utama jalan-jalan ke Jepang. Namun sebelumnya, ia mesti transfer dana dulu sebesar Rp 7,5 juta. Berkat stempel ganda, penipuan itupun terbongkar.

Senin (12/1) pagi, Farida girang mendapat surat pemberitahuan bahwa ia dinobatkan sebagai salah seorang pemenang undian kilau putih Shinzui. Di dalam surat tersebut, Farida berhak mendapat hadiah tour ke negeri sakura, dari undian berhadiah Shinzui.

Merasa Farida pernah mengirimkan dan ikut dalam undian Shinzui, maka ia meyakini pemberitahuan tersebut adalah benar. Ditambah lagi dalam surat pemberitahuan terdapat tanda tangan dan stempel PT Global Era Mandiri selaku pelaksana undian Shinzui. Korban juga melihat didalam surat terdapat tanda tangan dan stempel notaris, Depertemen Sosial RI dan Depertemen Keuangan RI sehingga dirinya makin bertambah senang karena yakin dinobatkan sebagai pemenang.

Korban mencoba menghubungi kantor PT Global Era Mandiri pada hari Sabtu dan Minggu tetapi gagal. Senin (12/1) pagi, barulah korban bisa menghubungi pihak yang bertanggung jawab itu melalui handpone yang mengaku-ngaku sebagai Wardiman Laksono selaku Senior Communication Manager.

Laksono meminta pagi itu juga, korban melengkapi persyaratan administrasi, termasuk uang Rp 7,5 juta melalui rekening BCA milik bawahannya bernama Sutarman. Tata (33), anak korban menjadi curiga karena waktu yang diberikan Wardiman sangat terbatas. Ketika ia sedang memperhatikan dengan seksama, di surat pemberitahuan terdapat kejanggalan yang terlihat jelas.

Yaitu dimana untuk Depertemen Sosial RI dan Depertemen Keuangan RI menggunakan stempel yang sama yaitu stempel Departemen Keuangan RI. "Setelah saya katakan demikian kepada Wardiman, ia langsung menutup teleponnya dan tidak bisa lagi dihubungi. Saya lalu menghubungi keluarga yang bekerja di Departemen Keuangan yang mengatakan bahwa undian yang didapatkan ibu saya adalah tipuan," beber Tata kepada Pontianak Post. Untunglah kejanggalan itu segera diketahui dan terbongkar pula kedok undian berhadiah yang nyaris menelan duit Rp 7,5 juta milik Farida. (way)

Pontianak Post - Selasa, 13 Januari 2004

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Metropolis&id=47026

No comments: