31 March 2004

Penipu tertangkap korbannya

MANAHAN - Bagus Handoko alias Dadang (45), warga Banjaran, Kediri ditangkap petugas Polresta Surakarta. Pemimpin Biro Kerja Dasa Tunggal yang diduga fiktif yang beralamat di Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat itu, kini ditahan. Dia sebelumnya ditangkap Andra (24) dan Eko (24), dua orang korbannya di Terminal Bus Tirtonadi, Solo.

Setelah tertangkap, tersangka diserahkan ke pos polisi di Terminal Tirtonadi. Namun, akhirnya, lelaki itu digelandang ke Mapolresta Surakarta untuk disidik lebih lanjut.

"Tersangka kini kami tahan di Mapolresta," kata Kapolresta Surakarta AKBP Lutfi Lubihanto SH didampingi Kasat Reskrim AKP Masrur, kemarin.

Andra menuturkan, dia pada awalnya membaca iklan lowongan pekerjaan yang dimuat sebuah koran terbitan Jawa Timur. Dalam iklan itu ditawarkan kesempatan bekerja di sejumlah perusahaan di luar negeri, seperti Australia dan Jepang.

Karena tertarik, lanjutnya, pada Desember 2003 dia datang ke Jakarta untuk mendaftarkan diri. Setelah mengisi formulir, korban diminta pulang dan menunggu panggilan.

"Ternyata saya tidak dipanggil-panggil. Namun, setelah saya tanyakan terus-menerus, akhirnya datang juga panggilan itu. Saya diminta datang ke Jakarta membawa uang Rp 5 juta," paparnya. Andra menyebutkan, dirinya sempat ragu-ragu tapi belakangan tersangka berhasil meyakinkannya. Kepercayaan mulai timbul setelah dia diminta langsung menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, karena segala pesyaratan katanya sudah beres. "Saya akhirnya bertemu dengan tersangka di Bandara Soekarno Hatta. Begitu bertemu, dia minta saya menyerahkan uang Rp 5 juta, tapi setelah itu kabur. Dia meninggalkan saya seorang diri di bandara," katanya.

Karena merasa tertipu, lanjutnya, dia mencoba mencari ke kantor Dasa Tunggal, tapi Bagus tidak ada di tempat itu. Tersangka diperkirakan pulang ke desanya, Banjaran Kediri. "Informasi keberadaan tersangka saya peroleh setelah saya bertemu dengan Eko, tetangga kampung saya. Dia akan bertemu dengan Bagus di Terminal Tirtonadi, Solo. Kesempatan itu tidak saya sia-siakan," paparnya.

Eko mengatakan, dirinya luput dari penipuan setelah diingatkan oleh Andra. Bahkan, mereka berdua akhirnya menyusun siasat untuk membekuk pelaku itu. "Saya memang belum menyerahkan uang. Namun, teman saya sudah memberi Rp 5 juta. Dia hanya minta uangnya kembali. Soal diteruskan apa tidak terserah polisi."

Kasat Reskrim AKP Masrur mengungkapkan, korban penipuan Bagus diperkirakan bukan hanya dua orang itu. Sebab, informasi itu disampaikan lewat iklan di koran. "Akan kami tunggu mungkin ada korban lain yang akan melapor. Korban lain memang ada, tapi dalam kasus agak berbeda. Korbannya Sri Atmajanti," ujarnya. (san-80e)

Suara Merdeka - 31 Maret 2004

http://www.suaramerdeka.com/harian/0403/31/slo4.htm

No comments: