25 May 2004

Korban penipuan undian Silver Queen

SUARA PUBLIKA

SILVER QUEEN (1)
Dari Cikampek

Pada 6 April 2004, saya menerima sebuah surat dari PT Globe Promotion Service selaku pelaksana undian berhadiah Silver Queen 3 Funtasticar periode 2003, yang ditunjuk langsung oleh PT Ceres Indonesia. Surat itu merupakan pemberitahuan bahwa saya memenangkan hadiah pertama undian tersebut berupa sebuah mobil Honda Fit. Di dalam surat itu, dilampirkan juga pembungkus cokelat Silver Queen yang saya kirim, lengkap dengan lembar isian asli ditulis dengan tulisan tangan saya. Anehnya surat itu bertanggal 15 Maret 2004, namun baru saya terima pada 6 April 2004. Sedangkan batas waktu pengambilan hadiah adalah 30 Maret 2004. Karena saya tinggal di Cikampek, yang tidak jauh dengan Jakarta, rasanya sangat aneh bila surat tersebut baru tiba hampir tiga minggu kemudian.

Di dalam surat itu saya diminta untuk menghubungi penanggung jawab undian berhadiah tersebut, yaitu Ir Budi Santoso, Senior Communication Manager PT Globe Promotion Service, di hotline 0813 1446 4903. Ketika saya mengkonfirmasikan surat yang saya terima, orang yang mengaku bernama Ir Budi Santoso itu membenarkan dan meminta saya untuk mengirim fotokopi KTP, kartu keluarga, dan lembar konfirmasi kemenangan melalui faksimili ke nomor 021 577 2040, hari itu juga.

Setelah saya kirim, saya kembali menghubungi orang itu dan memperoleh informasi bahwa saya baru dapat mengambil hadiah itu jika sudah menyelesaikan "masalah administrasi". Masalah administrasi itu adalah pembayaran sebesar 8,5 juta rupiah untuk biaya pengiriman kendaraan, asuransi mobil untuk satu tahun (TL Garda Otto), dan biaya pengurusan surat jalan dari Polda Metro Jaya. Sedangkan pajak hadiah sebesar 45 juta rupiah akan ditanggung oleh PT Ceres sebagai penyelenggara. Jika masalah administrasi tersebut tidak saya selesaikan hari itu, maka mobil yang saya menangkan akan dilelang keesokan harinya.

Bila saya menyelesaikan masalah administrasi pada hari itu, maka orang yang mengaku bernama Ir Budi santoso itu akan "berusaha agar mobil tersebut tidak jadi dilelang". Berhubung sudah menjelang maghrib saya katakan bahwa saya tidak mungkin mengumpulkan dana cepat sebesar itu. Namun, orang itu menyarankan untuk mentransfer melalui ATM dan akan dia tunggu sampai pukul 19.00 malam itu. Hal ini membuat saya semakin curiga. Saya mencoba memancing dengan menanyakan apa jaminannya, hal ini bukan penipuan. Dan ia menjawab bahwa saya akan diundang datang besok paginya untuk menerima langsung mobil tersebut.

Atas saran seorang petugas wartel tempat saya memfaks surat-surat tadi, saya menghubungi PT Ceres sebagai produsen Silver Queen. Baru saja saya mengatakan menerima surat pemberitahuan, penerima telepon langsung mengatakan bahwa itu adalah usaha penipuan yang saat ini kasusnya sedang ditangani oleh kepolisian. Saya bersyukur bahwa saya masih dilindungi oleh Tuhan dan terhindar dari penipuan tersebut. Tetapi masih ada yang mengganjal di hati saya.

Sebenarnya, surat itu tidak saya terima langsung karena sedang berada di luar kota. Saya dikabari oleh ibu saya. Karena belum melihat langsung suratnya, maka saya mudah menerima bahwa saya hampir menjadi korban penipuan. Tetapi ketika melihat suratnya secara langsung, saya menjadi bingung. Surat itu benar-benar tampak asli. Di dalam surat itu tertera nama, tanda tangan, dan stempel asli dari Daniel Margonda Marpaung, SH, notaris; Catrine Wijaya, Direktur PT Globe Promotion Service; dan Dra Wirda Abdullah, direktur Sumber Dana Sosial Dirjen Bina Bantuan Sosial Departemen Sosial RI. Jadi, apakah ini penipuan atau bukan?

Winny R Syarief
Perum Saraswati A.26 Rt 02 Rw 08
Cikampek Selatan 41373 Cikampek, Purwakarta, Jabar




SILVER QUEEN (2)
Dari Sumedang

Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih, atas berkenannya Republika menerima dan membaca surat saya ini. Adapun permasalahan yang saya hadapi adalah soal penipuan undian berhadiah Silver Queen yang dilakukan oleh PT Ceres Indonesia. Kronologinya sebagai berikut:

Pada 17 April 2004, saya mendapatkan surat pemberitahuan dari Globe Promotion Service selaku pelaksana undian berhadiah "Silver Queen 3 Funtasticar" periode 2003 yang ditunjuk oleh PT Ceres Indonesia. Inti dari surat itu bahwa saya sebagai pemenang undian dan berhak mendapat hadiah pertama berupa 1 unit mobil Honda Fit.

Adapun batas akhir penyerahan dan pengiriman hadiah bagi pemenang akan berakhir pada tanggal 13 April 2004. Ini merupakan kejanggalan. Karena, surat pemberitahuan itu baru saya terima pada tanggal 17 April 2004. Meski demikian, saya berupaya menghubungi penanggung jawab undian berhadiah "Silver Queen 3 Funtasticar" yaitu bapak Ir Saiful Imam (Senior Communication Manager) di hotline: 0813 1446 4903.

Komunikasi melalui telepon seluler bisa terjalin antara saya dan Imam, pada tanggal 17 April 2004. Saat itu, Imam menjelaskan bahwa hadiah berupa mobil Honda fit yang saya menangkan itu akan dilelang. Namun Imam menjanjikan bahwa pelelangan itu bisa dibatalkan asalkan saya mentransfer uang sebesar Rp 8,5 juta sesuai zone daerah saya tinggal (zone B).

Bila uang itu tidak segera ditransfer maka Imam tidak menjamin hadiah itu bisa saya terima. Karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari Sabtu dan seluruh bank tutup, maka saya mencoba mencari tahu ke pihak-pihak terkait, yang berhubungan dengan undian tersebut.

Sayangnya, ketika saya menghubungi notaris, Departemen Sosial RI Direktorat Jenderal Bina Bantuan Sosial, maupun PT Ceres Indonesia, tidak mendapatkan jawaban, karena semua kontak telepon yang dihubungi tidak aktif. Meski demikian, saya mencoba menghubungi PT Ceres Indonesia yang berada di Bandung, Jabar.

Dari situ, saya baru mengetahui bahwa pengumuman undian berhadiah PT Ceres Indonesia sudah dilaksanakan pada bulan September dan hadiah sudah habis dibagikan pada bulan Desember 2003. Beruntung, saya belum menyerahkan uang sebesar Rp 8,5 juta seperti yang diminta Imam.

Namun yang jadi pertanyaan saya, mengapa "para penipu" itu bisa mendapatkan data alamat yang saya kirimkan ke PT Ceres Indonesia. Seharusnya, ketika PT Ceres Indonesia menyatakan undian sudah berlangsung September lalu, maka data pengirim undian harus dimusnahkan, tidak dibiarkan lolos ke oknum-oknum tak bertanggung jawab demi mengeruk keuntungan pribadi. Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati atas aksi penipuan semacam itu.

Dety Sukmawati, Ir MP
DSN Babakan Jati Rt 001/007, Desa Jatisari, Kec Tanjung Sari 45362 Sumedang, Jabar

Republika - Selasa, 25 Mei 2004

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=161851&kat_id=20&kat_id1=&kat_id2=

1 comment:

kikils said...

memang harus terus berhati-hati karena zaman sekarang penipuan makin merajalela