10 June 2004

Muncul Lagi, Penipuan Undian Berhadiah

Jakarta, Kompas - Penipuan berkedok undian berhadiah kendaraan bermotor muncul kembali. Kali ini yang nyaris menjadi korban adalah Levitauli, warga Kompleks Trikora II, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Levitauli selamat dari upaya penipuan tersebut karena menyempatkan diri datang ke Bagian Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya sebelum mentransfer uang sebesar Rp 5,7 juta ke rekening pelaku.

"Saya memang pernah mengirim kupon undian ini. Saya heran, kok bisa jatuh ke tangan perusahaan itu," katanya.

Staf Humas Polda Metro Jaya baru saja menjelaskan kepadanya, berkas surat pemberitahuan dirinya sebagai pemenang undian berhadiah itu adalah penipuan. Pasalnya, salah satu lampirannya, yakni surat yang seakan-akan dikeluarkan Polda Metro Jaya, adalah palsu. Adapun undian yang seakan-akan dimenangkan Levitauli adalah "Gebyar Kuis Majalah Harper’s Bazaar Indonesia 2004" yang diselenggarakan PT Cipta Sarana Mandiri dengan General Manajer Karsono Budiman. Perusahaan itu mengaku beralamat di Wisma Chita Kirana, Jalan Lombok, Lantai II, Jakarta 10250.

Dalam surat pemberitahuan itu, Levitauli dinyatakan sebagai pemenang ketiga undian dan memperoleh satu Kawasaki Ninja 150 R. Surat pemberitahuan itu diantar ke rumahnya pada Selasa (8/6) sore lalu, sementara dalam surat itu dinyatakan bahwa batas akhir pengambilan hadiah pada 4 Juni.

Dengan alasan agar hadiahnya tidak hilang, contact person perusahaan itu, Agung Gunawan, menyuruh Levitauli segera mentransfer uang sebesar Rp 5,7 juta sebagai pajak undian tersebut ke sebuah rekening bank miliknya. Levitauli menghubungi Agung di nomor telepon seluler 08159049997.

Levitauli mengaku sempat yakin bahwa ia memenangkan undian itu. Pasalnya, ia memang pernah ikut undian yang diselenggarakan sebuah majalah. "Kupon undiannya ya ini. Ngirim-nya waktu itu ke sebuah kotak pos. Kok sekarang bisa sampai ke tangan penipu," katanya sambil memperlihatkan kupon undian yang menempel pada surat pemberitahuan itu.

Secara terpisah, Kepala Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Prasetyo mengingatkan masyarakat untuk berhati- hati jika menerima surat pemberitahuan sebagai pemenang undian berhadiah. Apalagi kalau surat itu dilampiri surat yang seakan-akan dikeluarkan Polda Metro Jaya dan ditandatangani dirinya.

"Ini palsu. Tanda tangan saya saja bukan begini," kata Prasetyo ketika melihat lampiran surat itu.

Prasetyo menegaskan, Polda Metro Jaya tidak pernah terlibat dalam penyelenggaraan undian apa pun. (RTS)


https://www.kompas.com/kompas-cetak/0406/10/metro/1074285.htm

No comments: