11 June 2004

Penipuan Berdalih Pemenang Undian

TANGGAL 3 November 2004, istri saya menerima surat. Isinya menyatakan, yang bersangkutan sebagai pemenang utama undian dari perusahaan Indo Milk sebesar Rp100 juta dari total hadiah sebesar Rp500 juta dipotong pajak undian 25 persen. Masa pengambilan hadiah berakhir 3 November 2004. Hal ini membuat pertanyaan bagi saya, mengapa surat pemberitahuan sebagai pemenang waktunya sangat mendesak. Karenanya saya menduga, mungkin hal ini sebagai motif penipuan.

Tetapi istri saya menyatakan memang pernah mengirim jawaban atas undian PT Indo Milk. Istri saya menunjukkan lembaran jawaban yang bertuliskan tangannya sendiri.

Setelah merasa yakin tulisan tangan istri saya, saya langsung menghubungi nomor telepon yang tertera di surat pemberitahuan. Tetapi seperti saya duga sebelumnya, orang yang saya hubungi minta dikirimkan uang setoran pajak lebih dulu dengan alasaan 3 November 2004 adalah batas terakhir.

Kalau pemenang tidak konfirmasi ke penyelenggara dan tidak dapat memenuhi ketentuan sesuai batas waktu ditentukan, hadiah (berupa cek/bilyet) akan diserahkan kepada Departemen Sosial Republik Indonesia.

Penyetoran pajak membuktikan pemenang telah mengurus undian, tetapi harus ada bukti setoran pajak sebesar 50 persen. Saya katakan, mengenai setoran pajak dapat dilakukan melalui kantor pajak di Banjarmasin.

Kemudian saya coba mengklarifikasi masalah pajak ini langsung ke Kantor Pelayanan Pajak Wil IV Jakarta tanpa menghubungi nomor telepon KPP Wil IV sesuai yang tertera di dalam berkas lampiran lembar tagihan pajak panitia undian.

Saya mencari informasi di 108 (nomor informasi) telepon KPP Wil IV, disebutkan tidak ada lembar tagihan pajak undian untuk perusahaan tersebut (PT Australia Indonesia Milk Industries). Kemudian saya menanyakan nama yang tercantum di lembar penagihan dan KPP Wil IV.

Ternyata KPP Wil IV tidak mengenal nama tersebut dan menegaskan, pemberitahuan pemenang undian itu adalah upaya penipuan.

Yang menjadi pertanyaan saya, lembar kemasan yang memang dikirimkan isteri saya keperusahaan yang menyelenggarakan undian tersebut mengapa bisa berada di tangan penipu?

Apakah keteledoran pihak perusahaan penyelenggara undian membuang Kupon Undian yang memuat lengkap alamat pengirim, sehingga digunakan orang lain untuk melakukan penipuan.

Kepada masyarakat diingatkan agar ekstra hati-hati kalau menerima surat pemberitahuan sebagai pemenang suatu undian. Apalagi pemenang diminta membayar pajak sebelum menerima hadiah.

Hormat saya,

Awab AS Machdan
Komp Dharma Sakti No 9 RT/RW 036/011
Kel Pemurus Luar Kec Banjar Timur Banjarmasin


Banjarmasin Post - Sabtu, 06 Nopember 2004 01:50

http://www.indomedia.com/bpost/112004/6/opini/opini4.htm

No comments: