21 August 2004

Penipuan Berkedok Undian

Sintang,- WARGA Sintang harus waspada dengan modus penipuan undian berhadiah yang memang cukup mengiurkan para korbannya. Bahkan hal itu hampir saja menimpa salah seorang warga Baning Sintang, dengan mendapatkan hadiah undian Heinz ABC 2004, satu unit mobil Toyota Avanza.

Setelah melaporkan kejadian itu ke Dinas Sosial Sintang untuk mengetahui kejelasannya, ternyata undian berhadiah satu unit mobil itu tidak benar dan modus penipuan. Marbuansyah, salah seorang staf Dinas Sosial Kabupaten Sintang menjelaskan kejadian itu kepada Pontianak Post menyebutkan, bahwa kejadian modus penipuan dengan cara undian memang sering dialami warga Sintang baik itu hadiah sepeda motor dan juga mobil.

Menurut Marbuansyah, modus undian hadiah mobil Toyota Avanza oleh PT Heinz ABC Indonesia 2004 tahap kedua yang diadakan pada 15 Juli 2004 di Jakarta. Ternyata hadiah pertama satu unit mobil di dapatkan oleh Au (22) warga Baning Sintang, lalu si korban agar menghubungi pihak pelaksana undian secepatnya, karena batas waktu undian pengiriman hadiah ditutup pada 7 Agustus 2004. Ternyata surat pemberitahuan terakhir yang di tanda tangani General Maneger PT Heinz ABC Indonesia, Ir Karsono Budiman tiba ke tempat Au pada 5 Agustus 2004. Bahkan di dalam surat pemberitahun itu adanya ketentuan-ketentuan seperti pajak undian 25 persen ditanggung oleh pemenang, hadiah tidak dapat diuangkan serta hadiah dikirim ke tempat pemenang. Bahkan untuk informasi selengkapnya menghubungi di hotline atau "for contact person" Drs Budi Hariyanto Hp 0815 937 XXXX.

Selain itu, untuk menyakinkan si balon pengesahan pemenang undian juga di ketahui dari Departeman Sosial RI dan Dirjen Pajak, padahal nama-nama yang tertera menanda tangani di blangko itu sudah beberapa tahun lalu tidak memagang jabatan tersebut. Pada awalnya calon korbannya hampir percaya, karena tergiur oleh undian satu unit mobil Toyota Avanza.

Menurut calon korban Au, surat itu datang ke tempatnya pada 5 Agustus 2004. Namun setelah diteliti dengan cermat, maka calon korban mendatangi pihak Dinas Sosial untuk mengetahui informasi undian tersebut. Setelah diteliti oleh Dinas Sosial, bahwa undian berhadiah itu memang tidak ada dan ini merupakan modus penipuan.

Dikatakan Marbuansyah, memang modus yang mereka lakukan itu pertama memilih waktu cukup singkat dari jadwal yang telah ditentukan, supaya calon korban tidak banyak berpikir. Selain itu, nama-nama yang dicantumkan memang nama-nama pejabat yang tidak menempati posisi itu lagi (sudah pindah, Red).

Sebenarnya, kata Marbuansyah, di dalam ketentuan undian yang sebenarnya tidak ada istilah hangus, karena batas waktunya sampai dua bulan serta tidak menggunakan telepon gengam dan biasanya menggunakan telepon rumah. Maka dengan kejadian ini, diminta kepada warga harus berhati-hati, dan apabila tidak jelas silahkan datang ke Dinas Sosial Sintang untuk mendapatkan kejelasan yang sebenarnya. (bd)


Pontianak Post - Sabtu, 21 Agustus 2004

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Sintang&id=66160

No comments: