09 December 2004

Nyaris Tertipu Undian Gelegar Pepsodent

Libatkan Orang Dalam PT Unilever


Singkawang,- Kembali penipuan dengan mencatut nama PT Unilever Tbk melalui gelar undian Pepsodent menimpa warga Singkawang. Untungnya, antisipasi dan kecurigaan serta melakukan konfirmasi ke berbagai pihak, membuat seorang bapak setengah baya tidak menuruti permintaan si pengirim.

Bahkan kali ini, nama Dirjen pajak pun dicatut pula untuk semakin meyakinkan calon korban. Disinyalir pula, hal itu kemungkinan melibatkan "orang dalam" PT Unilever sendiri, setelah di dalam surat yang diterima calon korban itu terlampir potongan kotak pembungkus Pepsodent yang pernah dikirimkan calon korban untuk mengikuti undian Gelegar Pepsodent.

Joe (bukan nama sebenarnya, Red) saat bertandang ke redaksi mengatakan bahwa dirinya menerima pengiriman Surat Edaran Resmi yang mempunyai Kop surat dari PT Unilever Indonesia tbk tertanggal 24 November 2004. Dimana dalam surat tersebut ditujukan kepada pemenang hadiah pertama undian Berhadiah Gelegar Pepsodent periode.

"Didalam surat itu saya disebutkan berhak mendapatkan hadiah pertama sebesar Rp 60 juta. Tapi sebelum mendapatkan hadiah itu saya diminta mengirimkan uang pembayaran pajak 25 persen. Itu artinya saya harus mengirim Rp15 juta. Dan untuk sementara saya boleh mengirimkan setengahnya dulu Rp 7,5 juta rupiah dan sisanya kemudian,"ujarnya.

Adanya surat itu, kemudian ditanyakannya ke pihak BRI Singkawang sebelum mengirimkan uang. Namun oleh pihak BRI dikatakan hati-hati, karena modus seperti itu kerap dilakukan untuk menipu. "Saat saya tanyakan ke Polres Singkawang, juga mengatakan itu penipuan. Bahkan caranya terbilang rapi dan sangat meyakinkan. Okelah jika semua surat dan cap dari perusahaan dan Dirjen pajak bisa dipalsukan, tetapi tulisan saya di dalam potongan kotak Pepsodent kan tidak bisa dipalsukan. Namun diyakinkan bahwa kemungkinan itu dilakukan oleh orang dalam perusahaan," tandasnya.

Dikatakan, untuk mendapatkan hadiah tersebut, diminta menghubungi Bambang Irawan, SE, yang menyebut dirinya Manager Promosi di Hotline 021-30219027 atau di No.HP.081513553777. Dalam surat itu juga disebutkan bahwa telah diumumkan/ disampaikan kepada pemenang melalui TV Swasta Indosiar dari PT Unilever Tbk, 11 November 2004. Untuk meyakinkan, dikatakan bahwa pihak perusahaan tidak melakukan pemberitahuan kepada pihak pemenang melalui telepon atau SMS akan tetapi melalui surat edaran resmi dari perusahaan langsung yang dilampiri dengan bukti keikutsertaan Pemenang pada undian dan disahkan oleh Notaris.

Sementara itu kejanggalan lainnya yaitu terlampir juga dalam surat edaran itu adalah lembar penagihan pembayaran pajak. Dimana pada kop suratnya tercantum Departemen Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jendral Pajak, Kantor Pelayanan Pajak Wil.IV Jakarta Raya yang beralamat di Jl HR Rasuna Said Kav.89-90 Jakarta. Didalam isi suratnya juga mencantumkan nama tiga orang pejabat diantaranya Drs Hadi Purnomo, Penata Tk I/Iva, Kepala Biro Pajak Hadiah dan Hibah.

Lembaran penagihan itupun dibuat mirip aslinya dengan kertas bertuliskan KPP Wil IV Jakarta Raya secara transparan di seluruh kertas, dan ditambahkan dengan Cap dari instansi terkait berikut logo lainnya. "Setelah saya tanyakan ke kantor pajak di Singkawang, ternyata ada beberapa kejanggalan. Dan itu dinyatakan palsu," tandasnya. Dia berharap warga Singkawang dapat berhati-hati jika mendapatkan hal serupa. Sehngga tidak jatuh korban terhadap penipuan yang berkedok undian. (bas)



Pontianak Post - Kamis, 9 Desember 2004

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=75366

No comments: