07 April 2005

Hindari SMS tipuan, Telkomsel tanggung pajak undian

Ni Ketut Susrini - detikInet

Jakarta, Telkomsel menerapkan kebijakan membayar semua pajak dan iuran yang harus dibayar pemenang undian. Ini dilakukan untuk menghindari aksi penipuan yang kerap terjadi dan menyebar lewat SMS.

"Saat ini banyak SMS yang berusaha menipu, dengan mengatakan bahwa seseorang telah memenangkan undian dan diwajibkan mengirim sejumlah uang untuk membayar pajaknya," kata Erik Meijer, Vice President Marketing & Customer Relationship Management (CRM), PT. Telkomsel, di Jakarta, Kamis (7/4/2005).

Menurut Erik, perusahaan berusaha menghindari hal itu dengan menanggung semua pajak yang menyertai pemenang program undian yang diselenggarakan Telkomsel.

"Baik iuran Departemen Sosial, pajak pemenang atau pajak hadiah, semuanya kita yang bayar. Ini supaya pemenang tidak terkecoh, jika mereka menerima SMS tipuan," kata Erik.

Saat ini, Telkomsel meluncurkan program Panen Poin Hoki Simpati. Melalui program ini, Telkomsel akan mencari pemenang melalui undian yang didasarkan atas jumlah poin yang didapat konsumen.

Poin bisa diperoleh dengan cara melakukan aktivasi kartu perdana, atau melalui isi ulang pulsa Rp 100.000 dan Rp 50.000. Setiap poin yang didapat mewakili banyaknya kesempatan yang berhak didapat pelanggan untuk mengikuti undian.

Dari poin ini, pelanggan bisa menukarkan poinnya dengan gratis 30 SMS atau gratis pulsa Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000. Selain itu, hadiah berupa 10 mobil Renault Clio serta uang Rp 1 miliar, menjadi hadiah utama yang diperoleh melalui undian. Untuk menghindari tipuan dengan memanfaatkan undian ini, Telkomsel menerapkan kebijakan menanggung pajak pemenang.

SMS tipuan memang banyak beredar, terlebih yang bermotif ingin mencari keuntungan finansial dari aksinya. Motif-motif lain seperti provokasi dan mengundang keresahan masyarakat, juga banyak mendasari aksi tipu-tipu via SMS.

Seperti yang terjadi kemarin, Rabu (6/4/2005), isu mengenai bencana gempa akan melanda Jakarta, beredar santer melalui SMS. Sebagian warga Jakarta resah dan kantor-kantor ada yang terpaksa memulangkan pegawainya lebih cepat.

Roy Suryo, pengamat telematika menyampaikan, apabila menerima SMS yang terkesan mengelabui, pastikan bahwa pengirimnya adalah orang yang kita kenal.

"Jangan langsung forward, tapi tanyakan kembali ke si pengirim," kata Roy. "Tapi kalau pengirimnya adalah orang yang tidak dikenal, biarin aja," tegasnya.
(nks/)

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detikinet[at]yahoogroups.com.

Kirim e-mail kosong ke detikinet-subscribe[at]yahoogroups.com untuk berlangganan

Kamis, 07/04/2005 17:52 WIB

http://jkt1.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/04/tgl/07/time/175239/idnews/336749/idkanal/112

No comments: