25 July 2005

Penyidikan surat pos yang terindikasi penipuan

Maraknya penipuan berkedok undian gratis berhadiah mengakibatkan banyak korban dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia yang mengeluarkan sejumlah uang, dengan harapan akan memperoleh hadiah yang dijanjikan, namun pada akhirnya mereka tertipu.

Dari berbagai kasus yang ada selama tahun 2004 terdapat sebanyak 266 surat pengaduan masyarakat ke Depsos RI tentang penipuan ini, berbagai cara dilakukan oleh para penipu untuk meyakinkan calon korban bahwa yang bersangkutan benar-benar telah menjadi pemenang dari salah satu undian yang ada dengan memberikan data-data palsu.

Dalam rangka meminimalisir korban penipuan ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh instansi terkait, salah satu diantaranya adalah kegiatan hari ini, yaitu realisasi kerjasama antara Departemen Sosial RI dengan PT POS Indonesia, melalui tugas penyidikan surat-surat Pos yang terindikasi penipuan (sampai dengan smester I tahun 2005, terdapat sebanyak 20.460 surat). Sebagai upaya tindak lanjut pencegahan dan memutus mata rantai penipuan, agar surat-surat tersebut tidak sampai kepada calon korban, maka hari ini akan dilaksanakan pemusnahan surat-surat yang terindikasi penipuan tersebut.

Untuk mencegah terjadinya korban penipuan berkedok undian gratis berhadiah berikutnya, diharapkan semua pihak dapat melakukan upaya pencegahan sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing, dan bagi masyarakat yang menerima berita sebagai pemenang undian gratis berhadiah agar tidak melakukan transfer uang ke rekening pribadi dan terlebih dahulu menanyakan kebenarannya ke Departemen Sosial RI, Direktorat Pendayagunaan Sumber Dana Sosial (Dit. PSDS) Jln. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat Telp. 3100468.

Undian yang sudah tertebak atau undian yang sudah diundi dan diketahui pemenangnya, akan diberikan waktu selama 3 bulan untuk mengambilnya, selanjutnya setelah 3 bulan undian yang tertebak tersebut namun belum diambil oleh pemenangnya akan diserahkan ke Departemen Sosial RI, yang selanjutnya akan disalurkan ke Badan-Badan Sosial/Panti Sosial yang berhak dan memerlukan. Untuk itu kepada masyarakat pemenang undian gratis berhadiah, diharapkan tidak tergesa-gesa untuk mengambil undian yang tertebak tersebut. Departemen Sosial RI tidak melakukan pelelangan terhadap hadiah-hadiah yang belum diambil oleh pemenangnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dipublikasi pada Monday, 25 July 2005 oleh hermana

CONTRIBUTED BY Agung Wuryanto

http://www.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=130

No comments: