27 July 2005

SMS Berhadiah Palsu

Derap Hukum

Liputan6.com, Jakarta: Plgn Yth: No. SIM CARD Anda mendapatkan panen POINT dari.. Rp.15.jt. U/info hub Call Center: 021... Bukan main senangnya hati Sarno mendapat pesan pendek (SMS) tersebut. Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai satuan pengamanan ini kemudian menghubungi nomor yang dimaksud untuk mendapatkan informasi selanjutnya. Kepada penerima telepon, Sarno mengaku memiliki rekening Bank Central Asia. "Jadi, bapak kami persilakan ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA. Setelah sampai di ATM, hubungi kami kembali. Kami akan mengajarkan cara-caranya," pesan penerima telepon.

Tak ingin kesempatan meraih uang besar sirna, Sarno bergegas ke ATM terdekat. Ia kembali menelepon dan dituntun untuk melakukan transaksi lewat ATM. Setelah melakukan transaksi, Sarno baru tersadar ia telah ditipu. Uang yang ada dalam rekeningnya ludes. "Seolah-olah terhipnotis," ujar warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, belum lama ini, menceritakan kejadian yang pernah dialaminya.

Penipuan melalui sarana komunikasi telepon selular bukan hanya melalui SMS. Modus lain yang kerap dilakukan penipu adalah mengabarkan seseorang kerabat pemilik HP sakit dan meminta sejumlah uang untuk biaya pengobatan. "Kalau enggak obatnya tidak bisa dikasih," ancam si penipu seperti dikutip Grobyang, seorang korban. Usai mentransfer sejumlah uang, para korban biasanya baru menyadari telah tertipu.

Aksi penipuan yang dilakukan sekelompok orang dengan kedok undian berhadiah akhirnya terbongkar. Sindikat penipuan melalui SMS itu terungkap menyusul kecurigaan warga di Jalan Mahoni, Koja, Jakarta Utara, terhadap sebuah tempat kos di daerah itu. Sejumlah warga sempat mendengar percakapan mereka saat menginformasikan undian berhadiah melalui HP.

Selanjutnya anggota Kepolisian Resor Metro Jakut menggerebek rumah kos itu. Empat orang dibekuk, sedangkan dua lainnya berhasil kabur melompat dari lantai dua gedung. Polisi menyita sejumlah peralatan yang digunakan para tersangka menjalankan aksi mereka. Di antaranya 20 kartu ATM berbagai bank dengan nama orang lain. Kartu tanda penduduk orang digunakan untuk mendapatkan buku tabungan dan kartu ATM dengan imbalan Rp 50 ribu.

Tika, pemilik rumah kos mengaku tidak mengetahui aktivitas para penipu. Menurut dia, mereka baru satu jam tinggal di rumahnya sebelum digerebek polisi. "Uang kos saja belum dibayar," kata perempuan ini, kesal.

Polisi menduga penipuan sejenis ini telah memakan banyak korban dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. "Kita duga korban sudah banyak," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakut Komisaris Polisi Khrisna Murti.

Para tersangka memiliki tugas masing-masing. Bandi misalnya. Ia bertugas menjawab telepon dari korban. Tersangka lain Kurnian bertugas menuntun korban ke ATM. Sedangkan bos mereka yang kini buron bertugas mengambil uang di ATM. Bandi mengaku mengirim SMS setiap hari sebanyak antara 200 sampai 300. "Kalau HP dari bos semua, pulsa dari bos. Misal dapat satu juta, kebagian 30 persen," ungkap pemuda ini.

Para pelaku juga dibekali sebuah buku petunjuk yang berisi tuntunan cara mentransfer uang melalui ATM pada rekening tertentu. Sebab, nyaris setiap ATM bank tertentu memiliki cara tersendiri untuk melakukan transaksi.

Tak mudah membongkar penipuan bermodus SMS berhadiah ini. Kejahatan ini dilakukan menggunakan teknologi telekomunikasi tanpa batas. Karena itulah, dibutuhkan kerja sama polisi dengan instansi terkait, seperti bank dan operator selular. Kesulitan lain yang ditemui antara lain karena tidak semua korban bersedia melapor kepada polisi dan operator selular.

Hal itu diakui Ventura Elisawati, Head of Corporate Communications Excel. "Banyak yang melapor, tapi banyak yang tak bersedia melanjutkan ke polisi," ungkap Ventura. Demikian pula diakui Azis Fuedi, Hubungan Masyarakat Telkomsel. Padahal, semua operator selular telah bersepakat memblokir nomor yang diketahui digunakan untuk kejahatan.

Sarno memang bukan korban pertama dan terakhir kejahatan bermodus SMS berhadiah. Tapi paling tidak bisa berkaca dari pengalaman yang dialami Sarno. Dengan begitu, tak ada lagi korban-korban berikut dari kejahatan yang tak mudah diungkapkan ini.

Plgn Yth: No. SIM CARD Anda mendapatkan panen POINT dari.. Rp.15.jt. U/info hub Call Center: 021... Abaikan saja.(AWD/Tim Derap Hukum SCTV)

Liputan 6 - 27/07/2005 02:53

http://www.liputan6.com/news/?id=106062

1 comment:

Anonymous said...

[url=http://kaufenviagragenerika50mg.net/]kaufen viagra[/url] viagra generika [url=http://achat-viagra-pascher.net/]viagra[/url] viagra [url=http://comprarviagragenerico100mg.net/]comprar viagra[/url] viagra [url=http://comprareviagragenerico50mg.net/]viagra[/url] viagra generico