17 December 2005

Penjelasan Unilever untuk Agus Helmi

SEHUBUNGAN dengan surat pembaca dari Bapak H. Agus Helmi yang dimuat di Pikiran Rakyat pada 10 Desember 2005 mengenai program promosi berhadiah Pepsodent, PT Unilever Indonesia Tbk, sebagai produsen Pepsodent ingin memberikan penjelasan.

1. Surat pemberitahuan yang Bapak terima, adalah penipuan. Hal ini karena promosi berhadiah Pepsodent telah selesai pada bulan September 2004 dan nama-nama pemenang yang sah dari program undian tersebut telah berkali-kali dimuat di berbagai media cetak nasional maupun daerah.

2. Dalam menyelenggarakan kegiatan promosi berhadiah, Unilever selalu menanggung pajak dan semua biaya serta tidak pernah memungut biaya apa pun dari konsumen. Untuk mencegah terjadinya penipuan, hal ini selalu kami cantumkan dalam setiap iklan program berhadiah tersebut, baik di media cetak maupun elektronik.

3. Unilever selalu menetapkan pengawasan yang ketat agar data-data peserta undian yang kami terima tidak mengalami kebocoran selama periode promosi. Saat ini kami juga bekerja sama dengan pihak Kepolisian Polda Metro Jaya, Departemen Sosial, dan PT Pos Indonesia untuk bersama-sama menyelidiki surat-surat pos yang terindikasi penipuan undian berhadiah untuk dimusnahkan. Untuk informasi, pada tanggal 19 Juli 2005, pihak Depsos telah memusnahkan lebih dari 20.000 surat penipuan.

4. Kami memohon perhatian konsumen agar tidak membayar tunai atau transfer ke rekening mana pun dan jangan menghubungi nomor lain (baik HP maupun nomor telefon reguler) selain Suara Konsumen Unilever di 0-800-1-558000 dan bukan nomor telefon seperti yang tertera dalam surat pemberitahuan yang Bapak terima.

Besar harapan kami surat ini dapat dimuat di kolom Surat Pembaca HU Pikiran Rakyat untuk mencegah terjadinya korban penipuan lebih lanjut.

Leila Djafaar
Head of Corporate Communications
PT Unilever Indonesia Tbk.

Pikiran Rakyat - 17 Desember 2005


http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/1205/17/10.htm

No comments: