26 January 2006

Muncul lagi, aksi penipuan bermodus undian

KALAM JABAR

KARAWANG -- Aksi penipuan dengan modus pemberian hadiah undian kembali muncul di Kabupaten Karawang. Kali ini, aksi penipuan tersebut nyaris menimpa Ny FL Histantri (40 tahun), warga Perumahan Sukaseuri, Kecamtan Cikampek, Kabupaten Karawang. ''Saya nyaris saja tertipu mentransfer sejumlah uang karena akan diberi hadiah Rp 100 juta,'' kata Ny Histantri kepada wartawan, Rabu (25/1).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebuah hipermarket ternama di Jakarta, yakni Carrefour mengadakan undian 'Gebyar 7 Keajaiban Carrefour'. Ny Histantri mengaku mengikuti undian itu dengan cara memasukkan kupon undian ke kotak kaca yang disediakan Carrefour di wilayah Jakarta Selatan.

Pada Selasa (23/1), Ny Histantri mendapatkan surat pemberitahuan yang menyebutkan bahwa dirinya memenangkan undian dari 'Gebyar 7 Keajaiban Carrefur' senilai Rp 100 juta. Surat itu seperti asli karena menggunakan kop dan stempel Carrefour serta ditandatangani langsung oleh Direktur Utamanya, Rizky Pramono Abdullah. Surat itu juga dilampiri tanda tangan dan cap dari Dirjen Pajak Wilayah Jakarta dan Dirjen Bina Bantuan Sosial Departemen Sosial.

''Dalam surat tersebut saya diperintahkan menghubungi Manager Promosi Carrefour, Ir Jimmy melalui telefon selulernya,'' ujar Ny. Histantri. Untuk meyakinkannya, Jimmy meminta agar ia mengecek uang hadiah itu di authomatic teller machine (ATM). Pada Selasa (24/1) malam, Histantri yang diantar suaminya, segera mendatangi mesin ATM terdekat tapi belum bertambah. Akhirnya, Histantri menghubungi kembali Jimmy.

Jimmy kemudian memerintahkan Histanti untuk mengoperasikan kembali kartu ATM miliknya. Kali ini, aktivitas Histantri di dalam ruang ATM dipandu langsung oleh Jimmy melalui telepon. Hanya saja, ketika Histantri memijit angka dalam mesin ATM sesuai arahan Jimmy, suaminya menjadi curiga. Pasalnya, arahan dari Jimmy itu merupakan petunjuk cara-cara mentrasfer uang melalui ATM. Saat itu juga suami Histantri memijit tombol cancel yang menandakan transaksi dibatalkan. "Setelah dihubungi lagi ternyata HP Jimmy selalu tidak aktif. Ini benar-benar merupakan penipuan," katanya.

(rfa )

Republika - Kamis, 26 Januari 2006

http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=232610&kat_id=89

No comments: