17 February 2006

Penipuan Lewat SMS Indosat Marak

Pengguna telepon genggam diminta berhati-hati karena penipuan melalui sms mulai kembali marak, bahkan lengkap dengan logo pengirim operator selular.

"Kita ingin menyosialisasikan kepada masyarakat agar berhati-hati, bahkan jika dengan pengirim bertuliskan INDOSAT, atau nomor-nomor khasnya," kata Vice President Public Relation PT Indosat, Adita Irawati, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/2).

Dia mengatakan, sekarang sudah banyak beredar software yang mampu memunculkan nama pengirim atau nomor khas suatu operator seluler, sehingga pada SMS atau panggilan yang diterima bisa muncul misalnya, tulisan "INDOSAT", "INDOSATi" atau nomor khas IM3.

Pihaknya, ujarnya, saat ini sedang membenahi sistem agar nama khas perusahaan itu tak mampu ditiru para penipu.

Kasus penipuan melalui telepon genggam sudah terjadi sejak lama dan bahkan sudah ada yang ditangkap kepolisian, namun demikian penipuan jenis ini terus berulang, ujarnya.

"Kerjasama dengan kepolisian cukup meredam, namun beberapa lama kemudian ketika masyarakat sudah kembali tentram, penipuan dengan modus semacam itu muncul lagi," katanya.

Seorang pengguna Mentari, Aik, mengaku mendapat sms dari INDOSATi yang menyatakan bahwa Simcardnya meraih Grand Prize kejutan bulanan dari PT Indosat, dan agar menghubungi Call Center: 021-68434755 dan 021-68306346.

Ketika Call Center itu dihubungi, suara laki-laki di seberang menyatakan bahwa Aik mendapat hadiah Rp15 juta tanpa pajak dan meminta nomor rekening Bank yang diinginkan.

"Saya hubungi 108 meminta informasi apakah benar nomor call center tersebut merupakan nomor Indosat, namun diberitahukan nomor tersebut adalah nomor Flexi, maka saya simpulkan itu penipuan," katanya.

Sementara itu, calon korban lainnya, Irfan mengatakan belum lama ini ia mendapat panggilan dari nomor IM3-nya bahwa dirinya menjadi pemenang berhadiah mobil dan harus membayar pajaknya.

"Saya tidak percaya. Saya pernah dengar ada kasus yang si tertipu sudah sampai ke Bank untuk mengambil hadiahnya, namun dia malahan dihipnotis," katanya.

Adita menambahkan bahwa call center Indosat bukan nomor biasa semacam itu. [EL, Ant]

_________________________________

Komentar Pembaca

Pengalaman sama operator berbeda (mustboeds@pl..., 09/03/2006 22:14)
Saya juga mendapat pengalaman yang sama persis dengan berita, cuma dari TELKOMSEL katanya mendapat 10 juta dari undian HALOpoin 2006 konfirmasi Call Center 081318993944 dan 081380602555.

Waktu saya cek Call center jawabnya juga sama " dapat 10 juta, pajak ditanggung perusahaan, silahkan kirim nomor rekening"
Sepertinya dilihat dari polanya dilkukan oleh sindikat yg sama.
Silahkan pak polisi dicrosschec dari nomor Flexi dan simpati.

oknumnya harus ditindak tegas (lanangejagad@sc..., 03/03/2006 22:52)
seharusnya pihak indosat langsung kerja sama dengan yg berwajib(polisi). saya sendiri sering mendapat sms seperti itu (penipuan), rasanya jengkel dan gedek banget. mohon pelakunya cepat di usut, dan kalo tertangkap, pihak yg tertipu di beri tau, agar ikut memberi pelajaran....yg berat..

Pentingnya dipublikasikan (joehan_81@ya..., 22/02/2006 10:12)
Saya sangat berterimakasih kepada gatra, dengan berita seperti ini. karena dengan berita tsb, dapat mengantisipasi masyarakat supaya tidak jadi korban penipuan. Saya sangat turut berduka kpd saudara saudariku yang pernah menjadi korban SMS. Untuk itulah hati-hatilah dan jangan mudah percaya dg iming-iming (jangan mudah silau).

Pentingnya registrasi nomor (okta97@ya..., 18/02/2006 09:32)
Itulah pentingnya registrasi nomor telepon sehingga dpt dilacak pemilik nomornya. Di Jepang walaupun itu telepon pra bayar sekalipun, harus melalui tahap registrasi.


Gatra - Jakarta, 17 Pebruari 2006 19:02

http://www.gatra.com/2006-02-17/artikel.php?id=92362

No comments: