26 March 2006

Penipuan berkedok hadiah promo marak

Warga Diminta Hati-hati, Modusnya Kupon di Dalam Barang Kemasan


TERNATE — Warga majangpolis diminta berhati-hati menyusul maraknya penipuan berkedok hadiah promo. Salah satu warga Senin kemarin nyaris menjadi korban penipuan yang modusnya tergolong lebih meyakinkan dari modus-modus sebelumnya yang dinilai sudah ketinggalan jaman.

Diceritakan Yaris, sebut saja demikian, warga Kelurahan Takoma, saat itu ia membeli di salah satu warung, sebuah produk PT Unilever Indonesia berupa satu buah pasta gigi ukuran sedang bermerek Pepsodent. Saat hendak membuang pembungkusnya, ia mendengar ada sesuatu di dalam pembungkus tersebut. “Saya penasaran langsung saya lihat, ternyata ada sepotong kupon di dalamnya,” cerita Yaris.

Pada kupon tersebut tertulis antara lain demikian,”Selamat Anda Mendapatkan Hadiah Promo PT Unilever Indonesia Tbk, Satu unit Toyota Avanza. Untuk info lanjut hubungi (021) 71071731, pajak ditanggung pemenang, layanan konsumen 08888105756, fax 7511910.” Sementara pada sudut kanan bawah tercantum kode kupon dengan tinta merah. Sedangkan logo PT Unilever berada pada sisi kiri kupon tersebut. Kupon itu terlihat begitu meyakinkan karena dilaminating.

Yaris pun menelpon nomor yang tercantum di kupon tersebut. Dari balik telepon terdengar suara seorang pria yang mengaku bernama Andri Wiryawan. Oknum penipu itu membenarkan bahwa nomor telepon yang dihubungi adalah PT Unilever Indonesia Tbk di Jakarta. Selanjutnya pria itu menanyakan kode kupon di pojok kanan bawah. Setelah Yaris menyampaikan kode tersebut, pria itu lantas menanyakan nama dan alamat pemegang kupon serta dari mana kupon tersebut didapat.

Setelah itu dengan meyakinkan, pria tersebut menyatakan Yaris berhak atas hadiah mobil yang diselenggarakan Pt Unilever versi pria tersebut. Kemudian dia akan menanyakan kepada calon korban, apakah mobil akan dikirim atau datang ambil langsung di Jakarta.

Kecurigaan mulai tampak ketika sambungan telepon sering terputus dan suara terkadang tidak jelas. Sementara untuk sekelas PT Unilever pasti tidak menggunakan sambungan yang terputus demikian. Diduga pelaku menggunakan telepon seluler jenis Flexi. Kecurigaan memuncak ketika pria itu meminta uang sebelum mobil yang dimaksud dikirim. “Total semua biaya berupa pajak pemenang dan biaya bea cukai Rp 3.700.000. Nanti kalau uangnya sudah ada nanti hubungi kami kembali dan kami akan berikan nomor rekening bendahara kami,” sebut pria itu dari balik telepon.

Menilik nilai uang yang diminta ditransfer yakni sebesar Rp 3.700.000. diyakinkan ini sebagai sebuah bentuk penipuan. “Masa’ total biaya termasuk pajak cuma Rp 3.700.000. Sementara saat ini pajak undian atau promo hadiah mencapai 10 persen dari nilai barang. Jadi kalau harga mobil saja sekarang Rp 100 juta maka nilai pajak saja harusnya sudah mencapai Rp 10 juta. Jadi kami yakinkan ini adalah penipuan dengan modus baru,” aku Arif, salah satu teman Yaris.

Ada juga sejumlah keganjilan lainnya yakni pada pembungkus pasta gigi tersebut tidak dicantumkan adanya hadiah promo yang tengah digelar. Tiba-tiba saja ada kupon undian di dalamnya. Selain itu nomor telepon yang ada di kupon sangat berbeda dengan nomor telepon resmi yang ada pada kemasan pasta gigi Pepsodent tersebut. Oknum penipu tadi juga mengaku tidak ada perwakilan dimana-mana kecuali kantor pusat di Jakarta. “Kami himbau kepada sesama warga masyarakat agar tidak mempercayai adanya kupon promo tersebut,” himbau Yaris.

Pihak PT Unilever sendiri di sejumlah lokasi telah measang pengumuman tentang ketidakbenaran adanya kegiatan promo berhadiah yang digelar pihaknya. Tidak hanya PT Unilever, PT Nestle juga telah menyampaikan pengumuman serupa agar masyarakat tidak mempercayai kupon-kupon berhadiah dari produk bermodus hadiah promo.(sad)

Jl. Hasan SH No. 48 Takoma
Ternate - Maluku Utara
Telp. 0921-327055/327210
email : Redaksi editor@malutpost.com
Iklan : iklan@malutpost.com

No comments: