28 March 2006

Polisi Bongkar Jaringan Penipuan Undian Berhadiah

Jakarta, Selasa

Direktorat Reserse Kriminal B Khusus Polda Metro Jaya membongkar satu jaringan penipuan undian berhadiah yang beraksi sejak 2002 dengan jumlah kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

"Ada 15 orang yang tertangkap dan semuanya ditahan di Polda Metro Jaya," kata Direktur Reserse Kriminal B Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sigit Sudarmanto di Jakarta, Selasa (28/3).


Para tersangka itu adalah Darwis, Anif, Yuli Indrawati, Darwis, Salimi, Mohammad Saleh, Fery Hendri, Nudalim, Ahmadi, dan Aminuddin. Sepuluh nama ini dikenal dengan kelompok Aceh karena semua anggotanya berasal dari Aceh.

Tersangka lain adalah Hasanudin, Ghalib, Ullah, Roy Sanjaya, dan Erwin Syam. Kelompok ini dikenal dengan sebutan geng Makassar karena semua anggotanya berasal dari Makassar. Seluruh 15 tersangka ini ditangkap, Senin (27/3) di tempat parkir Pasaraya Manggarai dan Plaza Cijantung, Jakarta.


Dalam aksi penipuan ini kelompok Aceh berperan untuk membuat banyak rekening bank dengan data yang dipalsukan. Mereka membuat rekening di hampir semua bank nasional. Rekening milik kelompok Aceh itu lalu dijual kepada kelompok Makassar seharga Rp400 ribu per rekening dengan sisa saldo rekening hanya ribuan rupiah saja.


Kelompok Aceh lalu menghubungi nama-nama yang ada di buku telepon dengan mengaku sebagai penyelenggara undian dari perusahaan bonafit atau supermarket. Lalu, nama-nama yang dihubungi terpilih menjadi pemenang undian hadiah mobil.


Mereka juga mengirim SMS lewat HP untuk menginformasikan bahwa penerima SMS menerima hadian mobil. Agar hadiah bisa diterima, para tersangka minta biaya administrasi dan biaya pengiriman yang besarnya antara Rp4 juta hingga Rp50 juta.

Bagi yang tertarik dengan hadiah itu, para tersangka meminta agar uang dikirim lewat bank. Para penjahat itu menerima kiriman transfer uang dengan nomor rekening yang dibeli dari kelompok Aceh.

Mereka baru tertangkap polisi setelah ada laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya transaksi buku rekening di Pasaraya Manggarai. Awalnya polisi hanya menangkap Yuli dan dari keterangan Yuli inilah terungkap 14 nama maupun tata cara menipu lewat undian berhadiah.


Sumber: Ant
Penulis: Prim

Kompas - Selasa, 28 Maret 2006, 18:13

No comments: