03 September 2006

Penipu Semakin Pintar

Modus Berganti-ganti, Polisi Sulit Menangkap

KEJAHATAN demi kejahatan, silih berganti mewarnai ‘Kota Beriman’ Balikpapan. Mulai dari ngutil, hingga menipu besar-besaran dengan modus yang sangat rapi. Ini merupakan konsekuensi kota metropolitan, orang yang kalah bersaing, akan mengambil jalan pintas melakoni perbuatan jahat, merampas hak orang lain demi mengais rezeki.
Bicara kejahatan tipu menipu, kejadiannya sudah tak terhitung lagi. Dari catatan Post Metro, kasus tipu menipu mulai ‘naik daun’ tahun 2001 ketika penipu menggunakan modus mencatut nama pejabat seperti Kapolda, Gubernur dan Walikota.

Modus ini sudah banyak memakan korban. Sebuah perusahaan swasta skala nasional yang berkantor di Jl Jendral Sudirman Markoni Balikpapan Selatan, tertipu Rp 100 juta akibat ulah penipu yang mengaku Kapolda Kaltim, saat itu Irjen Polisi E Winarto. “Hebatnya, pelaku bisa berakting seperti Kapolda sungguhan. Suaranya persis Kapolda,” ungkap seorang penyidik Polda Kaltim. Pelaku berdalih minta partisipasi untuk kegiatan Polda Kaltim.

Namun sampai saat ini belum satu pun pelaku yang dibekuk polisi, padahal hampir semua pejabat teras di Kaltim dicatut pelaku untuk menipu.

Penipu berkembang memanfaatkan teknologi telepon seluler melalui short massage service (SMS) atau pesan singkat yang mengabarkan mendapat hadiah besar. Pelaku minta ditransfer uang sebagai syarat pengiriman hadiah. Modus ini juga banyak memakan korban warga Balikpapan. Polisi juga belum bisa membongkar komplotan penjahat tersebut, bahkan sampai sekarang pelaku masih beraksi menebar SMS tipu-tipu. Polsekta Balikpapan Barat, 2001 lalu sempat menangkap seorang pelaku ketika mau mengambil uang di Bank Mandiri Kebun Sayur.

SMS sudah usang, penjahat mengembangkan modus yang baru lagi, yakni mengirim surat pemberitahuan kepada korban. Sangat meyakinkan karena dalam surat dilampiri kupon undian yang pernah diikuti korban.

Setelah diketahui khalayak, penipu memutar otak lagi, yakni menipu dengan memasukkan kupon undian langsung ke dalam kemasan produk deterjen pencuci. Sekitar setengah bulan lalu, kasus ini terungkap dalam produk Daia. Kasus ini pun sulit diungkap.

Bahkan ada penipuan ekslusif yakni berkedok bisnis. Pelaku menawarkan kerja sama menanam modal. Modus ini juga ampuh, bisa meraup miliaran rupiah seperti kasus penipuan yang dilakukan bos Agoston Lee di Balikpapan Permai.

Lain lagi dengan gendam, kejahatan ini merupakan modus lama, bahkan bisa dibilang kuno, namun terbukti masih manjur untuk mengelabuhi korban. Bulan Agustus lalu terjadi lebih dari 6 kasus gendam. Pelaku masih gentayangan meski diburu polisi. (ono)



Jenis Penipuan Yang Harus Diwaspadai

1.Mencatut nama pejabat, berdalih minta sumbangan kegiatan

2.SMS undian berhadiah

3.Kupon berhadiah

4.Gendam

5.Telepon berhadiah

6.Telepon yang mengabarkan keluarga kecelakaan segera dioperasi

7.Penipuan berkedok bisnis

Pos Metro Batam - Minggu, 3 September 2006

http://www.metrobalikpapan.co.id/berita/index.asp?IDKategori=291&id=51924

No comments: