14 February 2007

Penipu Undian Seret Unilever

Modus Baru Raup Ratusan Juta

MAKASSAR, Upeks---Modus baru dalam melakukan penipuan pada konsumen beberapa bulan terakhir ini mulai menimbulkan korban dan meresahkan masyarakat, bukan hanya di Kota Makassar.

Uly (23), mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di bilangan Jl Racing Center Makassar, tercatat sebagai korban kesekian dari jaringan penipu yang berdomisili di Jakarta. Selasa (13/2) gadis itu bersama Dua rekan indekosnya mendatangi redaksi Upeks, tujuannya melaporkan dana Rp19 juta lebih yang telah berhasil ia transfer ke rekening para penipu yang mengaku berkantor di Jl Gatot Subroto Jakarta.

"Saya membeli pasta gigi merek Pepsodent, di dalamnya terdapat kupon kecil berhadiah Satu unit mobil, berikut nomor telepon yang bisa dihubungi," katanya dengan nada memelas. Merasa kejatuhan rejeki besar, Uly lantas menelepon ayahnya, untuk segera menghubungi nomor HP 081384444433, yang tertera di kupon hadiah. Gayung bersambut! Jaringan penipu membimbing ayah Uly, untuk segera melakukan transfer. Hasilnya Rp19 juta berpindah rekening.

Selasa pagi kemarin, jaringan penipu itu kembali mendesak Uly, agar segera menyelesaikan sisa pajak kendaraan hadiah yang totalnya Rp20 juta. "Cepat transfer Rp1,5 juta, kami akan kirim mobilnya dengan pesawat hercules TNI-AU," kata si penelepon, dengan nada yang tak sabar. Uly lantas menyerahkan ponselnya ke awak redaksi Upeks, yang dengan sabar meminta agar si penipu mengaku.

Hasilnya dengan menggunakan bahasa khas Sulsel, sang penipu mengaku. "Kamu siapa jangan ikut campur," suaranya terdengar kesal, kedoknya terbongkar. Pengakuan lelaki, yang dari suaranya bisa ditebak usia dikisaran 30 tahunan itu, bahwa sejak Tiga bulan terakhir, mereka bisa meraup dana dari korban mencapai ratusan juta rupiah.

Dari keterangan Uly, diketahui dana tersebut ditransfer ke rekening Bank BNI atas nama Samsudin ac 0114272068744. Rekening lainnya atas nama Yuliarti ac 086101000392506 Bank BRI. Setelah dilacak, salah satu rekening itu milik salah seorang pegawai kantor pajak. Belum diperoleh informasi, apakah Bank BNI dan BRI sudah melakukan tindakan prefentif, dengan membekukan sejumlah dana di rekening tersebut, atau membiarkan pemiliknya mencairkan, atau yang kini memakai rekening tersebut mengambil uangnya.

Pertanyaan yang hingga kini belum terjawab, mengapa dalam kemasan sejumlah produk Unilever tersimpan kupon undian yang kini menimbulkan korban dan kerugian ratusan juta rupiah. Salah seorang staf Unilever di Makassar, mengaku bahwa modus penipuan semacam itu, sudah terjadi berkali-kali, anehnya pihak Unilever sendiri tak mengeluarkan pengumuman resmi. Pertanyaan besar masih mengitari praktik penipuan dengan modus baru seperti itu.

Dari keterangan salah satu Polres di Kota Makassar, hingga saat ini yang sudah melaporkan diri tertipu oleh jaringan itu berjumlah 11 orang. Namun seperti kata salah seorang aparat kepolisian, "Mau diapakan lagi, alamatnya tak diketahui, belum tentu rekening yang dipakai benar atas nama si penipu," katanya. Wassalam! artinya sampai sekian saja masalahnya. Siapakah yang peduli pada para korban? bagaimana perlindungan konsumen?, bagaimana mereka meminta keadilan dari tindak kejahatan?. Untuk sementara berhati-hatilah, kata boleh jadi keluarga terdekat sedang digiring ke ATM.

(Zulkarnaen Hamson)

Ujung Pandang Ekspres - Rabu, 14-02-2007

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=11589

No comments: