28 March 2007

Telkom Keluhkan Penipuan dengan Modus Hadiah

04 Agustus 2007 Pukul 16:41 21 Rajab 1428 Hijriah

PEKANBARU (RP) - Penipuan lagi. Berbagai modus penipuan seakan tidak hentinya. Sudah banyak korban yang jatuh dan itu sudah berulangkali pun penjelasan pers diberikan untuk menghimbau masyarakat agar waspada tidak menjadi korban. Tapi tetap saja upaya penipuan itu berlangsung, Telkom adalah salah satu operator telekomunikasi yang sering dijadikan modus untuk menipu.

Demikian disampaikan General Manajer Kandatel Riau Daratan M. Zulkifri, pada Selasa (27/3). "Dari beberapa pengaduan yang diterima unit Customer Care menyebutkan maupun yang langsung menghubungi kami, ada oknum yang mencatut nama Telkom. Modusnya adalah Telkom menggelar sayembara, reward kepada pelanggan. Telkom akan menyerahkan hadiahnya dengan syarat pemenang harus membeli voucer pulsa ataupun pengiriman pajak hadiah melalui transfer bank," jelasnya.

Oknum penipu biasanya menghubungi beberapa pelanggan Telkom seperti telepon wireline (telepon tetap) dan Flexi. Setelah diiming-imingi dengan hadiah kemudian penipu meninggal nomor telepon tertentu. Baru kemudian, oleh calon korban menghubungi ulang nomor yang disebutkan. Di sinilah kemudian penipu melakukan kerjanya dengan rapi. "Biasanya, korbannya dimintai voucher atau nomor rekening (ATM) untuk mentrasfer hadiah," lanjutnya.

Kemudian ada juga oknum yang meminta pelanggan yang menjadi korban untuk menghubungi karyawan Telkom mengenai hadiah yang dperoleh dari undian sehingga hal ini sangat meresahkan masyrakat juga membuat karyawan Telkom kebingungan untuk menjawab karena memang Telkom tidak pernah melaksanakan undian sepertiyang disampaikan oleh Pelanggan ataupun masyarakat, sehingga untuk diharapkan kepada pelanggan dan masyarakat untuk berhati-hati dan jangan sampai tertipu.

Kepada Riau Pos, Zulkifri mengatakan selanjutnya apa hubunganannya antara Reward Telkom dengan harus menyediakan voucer dan minta nomor ATM segala. "Karena bila Telkom menggelar sebuah event atau pun reward kepada pelanggannya, tidak pernah diberi persyaratan yang tidak rasional dan itu biasanya pemenangnya dihubungi surat bahkan didatangi ke lokasi kediaman pemenang. Kemudian hadiannya pun diserahkan secara resmi," tegasnya.

Ditambahkannya, penipuan dengan menghubungi pelanggan sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dengan modus yang selalu berubah-ubah.

"Bila ada event yang diselenggarakan oleh berbagai operator telekomunikasi maka disitulah oknum penipu ambil kesempatan untuk mencari korbannya," sesalnya.
Zulkifri mengingatkan kepada warga masyarakat, khususnya kepada semua pelanggan telepon untuk tidak mempercayai pengumuman pemenang sebuah lomba atau reward. "Hubungi dulu layanan Telkom terdekat atau hubungi layanan 147 untuk mendapatkan penjelasan, jangan memberikan apa-apa kepada penelepon sebagai imbalan pemberian reward," imbuhnya.(sar)

Riau Pos - 28 Maret 2007 Pukul 08:59

http://riaupos.com/baru/content/view/2757/51/

No comments: