10 April 2007

Depsos temukan 45 ribu undian palsu

JAKARTA (SINDO) – Penipuan bermotif undian berhadiah masih marak terjadi. Hal itu dibuktikan Departemen Sosial (Depsos) yang menemukan lebih dari 45 ribu undian palsu melalui jasa pos setiap tahunnya.

”Dari kerja sama kita dengan PT Pos (Indonesia), kita temukan lebih dari 45 ribu per tahun,” kata Direktur Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos Chazali H Situmorang seusai acara ”Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Diklat PPNS Bidang Undian antara Departemen Sosial RI dengan Biro Binpolsus PPNS Sdeops Polri, dilanjutkan dengan Pembekalan bagi Calon PPNS Bidang Undian” di Gedung Depsos, Jakarta.

Menurut Chazali, pihaknya dan pihak PT Pos sudah terlatih untuk mengetahui surat mana yang berbau penipuan. Saat ini, sudah banyak surat penipuan berkedok undian yang berhasil diamankan.Surat-surat tersebut,kata Chazali, selanjutnya dikumpulkan dan dimusnahkan.” Kita dua pekan sekali ke sana (ke PT Pos Indonesia). Kita lihat, dan setahun sekali kita musnahkan ribuan surat itu,”ungkapnya.

Meski demikian, Chazali mengakui pihaknya sampai saat ini kesulitan untuk melakukan tindakan hukum terhadap kasus tersebut. Sebab, para pelaku sulit dilacak dan tergolong cukup licin. ”Kita belum lakukan tindakan apa pun, karena kita belum temukan pelakunya. Mereka ini sangat canggih, kalau lewat surat mudah disaring, sekarang mereka mengantar langsung lewat kurir,”jelasnya.

Untuk meminimalisasi penipuan itu, Depsos, kata Chazali telah menyediakan call center pengaduan di 300 100 168, atau melalui SMS ke 5505. Pengaduan yang ada, ungkap Chazali, tidak hanya datang dari masyarakat,tetapi juga dari perusahaan yang sering dicatut namanya. Dia mencontohkan perusahaan yang paling banyak dicatut misalnya Unilever dan Carrefour. Depsos juga akan menambah jumlah penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) yang menangani undian.

”Kita angkat 60 orang, 30 pusat dan 30 daerah,” ujarnya. Chazali melanjutkan, selain melacak penipuan berkedok undian,Depsos juga tidak akan memberi izin bagi undian yang berbau judi. ”Izin undian kita keluarkan paling lama dua pekan. Izin itu bukan untuk yang berbau judi. Kita sudah bekerja sama dengan Depag, Depkominfo, Bareskrim, Depkumham, dan yang lain untuk menyelidiki itu,” tandasnya.

Sementara itu,Kepala Biro Binpolsus PPNS Sdeops Polri Brigjen Pol Joseph Josua Sitompul mengatakan,pihaknya sudah lama bekerja sama dengan Depsos untuk menindaklanjuti laporan serta melatih PPNS.”Kita sudah kerja sama sejak 2003, hanya kerja sama secara tertulis baru tadi (kemarin),”ungkapnya. Joseph mengharapkan PPNS Depsos mampu meminimalisasi penipuan yang berkedok undian berhadiah. Sebab, kata dia, merekalah yang mempunyai keahlian membedakan palsu atau tidaknya undian berhadiah. (dian widiyanarko)

Seputar Indonesia - Selasa, 10/04/2007

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-barat/depsos-temukan-45-ribu-undian-palsu.html

No comments: