27 April 2007

Depsos temukan 45.000 ribu undian palsu tiap tahun

LAPORAN : SALIM

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Guna menjaga reputasi dunia usaha dan kredibilitas Departemen Sosial RI soal penipuan undian palsu yang banyak beredar sekarang ini, maka dilakukan kerja sama penyidikan dengan Mabes Polri. Dimana, setiap tahun Depsos berhasil menemukan sebanyak 45.000 surat undian palsu yang berhasil disita berkat kerja sama dengan PT Pos Indonesia yang telah mensortir surat undian palsu tersebut.

Dirjen Bansos Depsos, Chazali H. Situmorang mengungkapkan hal itu saat menjalin kerja sama dengan Mabes Polri dalam pendidikan penyidikan undian palsu di gedung Depsos Jakarta, Senin (9/4) tadi. Dalam memberikan bekal penyidikan kepada peserta pelatihan dalam mentutaskan kasus penipuan lewat undian palsu, Mabes Polri diwakili Kabiro Binpolsus PPNS, Brigjen JJ Sitompul.

Lebih jauh Chazali mengungkapkan bahwa sekarang ini Depsos terus meningkatkan kemampuan penyidikan terhadap kasus pemalsuan undian yang telah meresahkan masyarakat tersebut. Untuk itu, setiap PPNS di lingkungan Depsos yang menangani masalah undian berhadiah harus memiliki kemampuan yang cukup sehingga dunia usaha dan masyarakat dapat diselamatkan.

Ia menjelaskan juga, bukan hanya masyarakat yang dirugikan akibat undian palsu tersebut tapi juga merugikan dunia usaha seperti super market, perudusen dan lainnya. Karena setiap kali ditemukan undian palsu dimasyarakat, ternyata nama perusahaan besar selalu dijual seperti PT Unilever ataupun supermarket Carrefour.

"Dunia usaha sudah sering komplain tentang adanya ulah oknum penipu dengan mengedarkan undian palsu dengan iming-iming hadiah puluhan hingga ratusan juta dari penyelenggara yang disebut dari Unilever atau Carrefour," katanya menjelaskan. Dengan banyaknya kasus tersebut, maka pihaknya akan selektif dalam memberikan ijin undian berhadiah sebaliknya akan memberikan kemudahan ijin hanya dalam waktu 2 minggu bagi pelaksana undian berhadiah yang telah komplit persyaratannya.

Sementara Kasubdit Penyidikan Dirjen Bansos, Armay mengungkapkan bahwa untuk memberikan kemudahan terhadap masyarakat yang ingin melakukan komplain maka dapat langsung menghubungi hotline Depsos 021-3600468. “Setiap pengaduan akan diproses karena juga dapat menjadi pelengkap dari kasus undian palsu yang sedang diselidiki,” katanya.

Menurutnya kondisi undian palsu yang modus operandi memberikan mimpi terhadap masyarakat dengan berpura-pura menyatakan seseorang telah menang undian tapi harus segera mentransfer sejumlah uang untuk bayar pajak sudah sangat memprihatinkan. Bahkan sudah ada kasus penipuan undian palsu yang sudah diproses di Sulut yang membuat penipuan terhadap undian palsu produk odol, sabun mandi dan supermie.

Ia menjelaskan juga, setelah kasus penipuan melalui undian tadi mulai diamati di kantor Pos berkat kerja sama Depsos, sekarang ini penipu mulai menggunakan kurir pribadi. Kurir yang mengantar surat itu sudah pasti satu jaringan sehingga surat undian palsu itu dapat lolos ke masyarakat yang akan menjadi korban penipuan.***

http://surabayawebs.com/index.php/2007/04/09/depsos-temukan-45000-undian-palsu-setiap-hari/

No comments: