09 April 2007

Waspadai penipuan lewat undian

Pangkalan Kerinci - Kepala Kepolisian Sektor Pangkalan Kerinci Ajun Komisaris Polisi (AKP) Syafri Tan meminta masyarakat agar waspada terhadap berbagai penipuan yang akan merugikan. Apa lagi saat ini muncul modus penipuan baru lewat undian. “Kami menghimbau masyarakat jangan mudah tergiur dengan berbagai undian yang tidak jelas dan tidak terdaftar di Departemen Sosial. Belakangan kami mendengar laporan dari masyarakat, ada penipuan dengan modus baru yaitu pelaku sengaja melemparkan bungkusan sabun deterjen yang didalamnya terdapat kupon hadiah,” ucap Kepala Polsek kepada wartawan, Minggu (8/4).

Dilanjutkan Syafri, setelah bungkusan tersebut pura-pura dijatuhkan dijalan depan rumah calon korban, penemu tentu akan sangat gembira karena didalam sabun deterjen tersebut terdapat sebuah kupon hadiah yang didalamnya tertera nomor yang harus dihubungi si korban untuk pengambilan hadiah. “Nah, setelah korban menghubungi nomor tersebut, si pelaku pertama biasanya mengalihkan si korban untuk menghubungi pelaku kedua yang disebut sebagai pihak yang akan melakukan pengurusan mobil hingga sampai ketangan korban. Disinilah penipuan yang sesungguhnya mulai dilakukan,” katanya.

Dalam Bungkusan

Salah seorang warga Pangkalan Kerinci kepada wartawan, Ety (32) mengakui hampir terjebak dengan penipuan dengan modus ini. Kala itu ucapnya, seorang pengendara sepeda motor menjatuhkan dua bungkus sabun deterjen didepan kedainya. Ketika dirinya berusaha berteriak memanggil pengendara sepeda motor tersebut, yang dipanggil dikatakannya seolah tidak mendengar dan mengacuhkan panggilan Ety. Ketika Ety memutuskan bahwa dirinya akan menggunakan sabun tersebut untuk keperluannya mencuci pakaian, alangkah terkejutnya ibu satu anak itu, karena ternyata didalam bungkusan sabun terdapat sebuah kupon yang menyatakan Ety berhak mendapatkan satu unit mobil Toyota Avanza.

Merasa penasaran Ety menghubungi nomor berkode wilayah Jakarta yang tertera dalam kupon hadiah yang didapatinya. Setelah tersambung, si penerima telepon menyarankan Ety menghubungi sebuah nomor yang dikatakannya merupakan nomor seorang perwira polisi yang bertugas di Jakarta, yang selanjutnya akan menjadi pihak yang menguruskan segala hal administrasi dan menjadi pihak yang bertanggung jawab mengantarkan hadiah dari Jakarta hingga ke tangan Ety dengan menggunakan pesawat jenis Hercules dari Jakarta hingga ke Pekanbaru. “Tapi pihak yang mengaku perwira Polisi itu meminta saya mentransfer uang sebesar Rp8 juta ke nomor rekeningnya sebagai biaya administrasi dan transportasi. Saya sempat tergiur dan berusaha mencari pinjaman dana ke sejumlah rekan saya. Namun dalam usaha saya tersebut, hampir semua rekan saya menasihati dan mengingatkan bahwa saya telah tertipu,” bebernya.

Riau Mandiri - 9 April 2007

http://www.riaumandiri.co.id/berita/364

No comments: