23 May 2007

Tanggapan Unilever

SEHUBUNGAN dengan Surat Pembaca Bapak Andi Fatihin yang dimuat di Harian Seputar Indonesia pada 13 Mei 2007, PT Unilever Indonesia Tbk, sebagai produsen sabun Lifebuoy,ingin memberikan penjelasan sebagai berikut: Dalam promo berhadiah bagi semua produk Unilever,pemenang tidak pernah dipungut biaya apa pun karena pajak dan biaya lainnya selalu ditanggung sepenuhnya oleh Unilever.

Jadi, apabila ada undian mengatasnamakan salah satu produk Unilever yang mewajibkan pemenang membayar sejumlah uang dengan dalih apa pun, dapat dipastikan hal tersebut adalah upaya penipuan. Unilever telah memuat pemberitahuan untuk berhati-hati dengan adanya penipuan melalui 14 media massa nasional dan lokal, di antaranya Kompas, Pos Kota, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Samarinda Pos, Kaltim Pos, Singgalang, Sriwijaya Pos, Bali Pos, Analisa, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Menado Pos, dan Fajar. Unilever juga telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) serta pernah melakukan talkshow bersama untuk memerangi masalah ini pada 9 Februari 2007 di Radio Pelita Kasih Jakarta.

Unilever juga telah melaporkan kasus penipuan ini kepada Departemen Sosial sebagai pihak yang berwenang untuk mengatasi kegiatan promosi berhadiah. Oleh pihak Departemen Sosial, masalah ini ditangani tim khusus yang melibatkan komponen polisi dan kejaksaan. Untuk informasi atau konfirmasi,Unilever selalu menyarankan kepada konsumen hendaknya tidak menghubungi nomor lain (baik ponsel maupun nomor telepon reguler) selain Suara Konsumen Unilever (nomor bebas pulsa: 0-800-1-558000 atau nomor reguler 021.52995299) yang tertera dalam setiap kemasan produk Unilever.

Apabila konsumen ingin melakukan klarifikasi, dapat menghubungi Suara Konsumen dengan nomor di atas. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi penipuan semacam ini dengan melaporkan langsung kepada pihak yang berwajib. Unilever sangat menyesalkan tindakan oknum yang melakukan upaya penipuan seperti ini, karena sangat merugikan baik masyarakat maupun Unilever. Unilever akan mendukung segala upaya yang dilakukan pihak yang berwajib untuk menghentikan tidak kriminal ini. Demikian penjelasan kami, semoga surat ini dapat menjelaskan tentang maraknya upaya penipuan yang sedang berlangsung. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.


Leila Djafaar
Head of Corporate Communications
PT Unilever Indonesia Tbk.



http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/opini/surat-pembaca-242.html

No comments: