21 June 2007

Tergiur dengan undian promo Daia, puluhan juta raib

Sentani – Salah satu modus penipuan yang lagi trend kini menyelengarakan undian, seperti yang dialami warga Ayapo, Philip Deda (60). Gara-gara tergiur dengan undian sebuah mobil dari promo Daia, rela memberikan uang sebesar Rp 13.400.000,- Padahal, mobil yang dijanjikan tidak kunjung tiba. Kapolres Jayapura, AKBP Didi S Yasmin menyampaikan laporan masyarakat terkait dengan penipuan itu akan dipelajari terlebih dahulu, sehingga bisa dilakukan pengembangan.

“Kami berupaya lakukan penyelidikan dan pengembangan,” singkatnya pada saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (20/6) kemarin.

Dari pengakuan korban, usai memberikan laporan kepada petugas, Rabu (20/6) kemarin menyampaikan, sekitar satu bulan lalu ia mendapat sebuah kupon undian yang didapat dari isi detergen merk Daia. Dalam kupon dituliskan ‘Anda beruntung telah mendapatkan sebuah mobil', dalam kupon juga dituliskan nomor telepon seluler petugas yang akan menditribusikan mobil tersebut.

Setelah itu, Philip memberitahukan istrinya, maka keluarga tersebut memutuskan untuk menghubungi nomor HP yang terdapat di kupon undian. Nomor tersambung, pelaku menyampaikan dari balik HP-nya, untuk mendapatkan mobil tersebut maka harus mengirimkan uang sebesar Rp 5.500.000 untuk biaya validasi.

Ucapan pelaku yang menamakan dirinya Sukardi tersebut, diserap mentah-mentah oleh korban, sambil memberitahukan nomor rekening Bank Mandiri Jakarta atas nama Lusiana bernomor 119 000 4746 796. Maka sekitar awal bulan Juni, korban menuju Bank Mandiri Sentani guna mentransfer uang tersebut.

"Saya memang memenuhi permitaan uang sipenelepon,” katanya Philip. Namun setelah tiga minggu uang tersebut telah dikirimkan mobil yang dijanjikan tersebut tidak juga ada kabarnya. Penasaran, maka korban menelepon kembali kenomor yang sama. Tapi jawaban dari pelaku mengatakan kalau mobil tersebut telah dikirim dari perusahaan Daiya. Dan kini, mobil tersebut tehambat di Ujung Padang. Sedangkan biaya pengiriman dari Ujung Pandang ke Papua perusahan sudah tidak mau menanggung.

Untuk itu, biaya pengiriman tersebut harus menggunakan biaya pemenang. Serta total biaya pengiriman sekitar Rp 7.900.000,- kemudian pelaku meminta agar korban mengirimkan dana tersebut.

Dalam benak korban mobil akan tiba, sekitar pukul 12.00 Wit, dengan segera korban kembali mendatangi Bank Mandiri cabang Sentani serta mengirimkan uang yang diminta oleh pelaku, Jumat (15/6) lalu.

Akan tetapi mobil yang ditunggu oleh keluarga korban hingga kini tidak ada, serta nomor telepon seluler pelaku sudah tidak aktif lagi.

Korban berupaya agar uang yang telah dikirimkan bisa dikembalikan dengan mendatangi Bank Mandiri cabang Sentani. Sayang, pihak Bank Mandiri ini tidak bisa memberitahukan alamat pemilik nomor rekening tersebut.

“Mereka (pihak bank) mengatakan tidak bisa memberitahukan begitu saja. Kecuali aparat keamanan yang melakukan penyelidikan,” ujar korban menirukan perkataan pihak bank.**



Diposting tanggal 21 Juni 2007 oleh webmaster

http://www.papuapos.com/new/index.php?main=fullberita&id=3565

No comments: