31 July 2007

Berkedok Undian Berhadiah, Penipu Raup Rp1,5 Milyar/Bulan

Senin 30 Juli 2007, Jam: 22:40:00

JAKARTA (Pos Kota)- Penipuan berkedok undian berhadiah di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Depsos menyebutkan sepanjang tahun 2007 saja angka masyarakat yang melaporkan kasus ini rata-rata 6.000 kasus setiap bulannya.

Dari laporan tersebut, korban yang mentransfer uangnya sekitar 10% dengan nilai rata-rata Rp 2,5 juta per orang. “Ini berarti komplotan penipu bisa meraup duit sekitar Rp 1,5 milyar/bulan,” tutur Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos Ghazali H Situmorang di sela kampanye Waspada Penipuan Berkedok Undian dan Promo Berhadiah, Senin.

Umumnya, penipu mencatut nama-nama perusahaan besar yang sudah akrab ditelinga masyarakat seperti PT Unilever, Sari Husada, Frisian Flag Indonesia, Nestle Indonesia dan sebagainya.

Mulanya para penipu menggunakan modus mengirimkan surat pemberitahuan ke konsumen calon korban. Namun modus tersebut sudah mulai ditinggalkan dan kini mereka beralih ke cara yang lebih meyakinkan.

Mereka memasukkan kupon palsu ke dalam kemasan produk. Dalam kupon tersebut seolah-olah konsumen memenangkan undian tertentu dan diminta menghubungi nomor telepon yang tertulis di kupon.

SEJUTA POSTER
Kampanye ini dikatakan Ghazali merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat dalam bentuk penyebaran dan pemasangan poster-poster di toko-toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, kantor cabang BNI dan ATM BNI. Untuk tahap awal disebarkan sejuta poster.

Depsos sendiri diakui Ghazali telah bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk melacak keberadaan para penipu ini. Sebanyak 179 pegawai Depsos telah dilatih di Bareskrim.

(tri/inung)

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=36160&ik=6

No comments: