30 July 2007

HATI-HATI !! Penipuan Berkedok Undian Berhadiah

Ruang Publik

Jurnalnet.com: Penipuan berkedok undian berhadiah di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang diterima oleh Departemen Sosial (Depsos) yang bermitra dengan Pos Indonesia pada tahun 2005 berhasil membakar 40.000 surat undian palsu.

Tahun 2006, ada 44.281 amplop undian palsu yang dikirim melalui Pos Indonesia dan telah dimusnahkan pada 20 januari 2007. Periode Januari hingga Juli 2007, pihak Pos Indonesia telah berhasil mengantisipasi "Penipuan Berkedok Undian Berhadian Terus Meningkat", dengan terkumpulnya 13.932 amplop undian palsu dan masih disimpan di MPC Jakarta 10900. “Sejak Juli 2006 hingga saat ini Depsos dan Dinas Sosial yang tersebar di seluruh Indonesia telah menerima lebih dari 100.000 laporan dari masyarakat mengenai kupon palsu,” ujar Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos Gazali H Situmorang pada Kampanye Waspada penipuan Berkedok Undian Berhadiah, di Jakarta, Senin (30/7).

Menurutnya, aksi penipuan berkedok undian berhadiah ini sangat merugikan baik secara moril maupun materiil bagi konsumen maupun produsen. Merugikan bagi produsen, lanjut Gazali, khususnya yang berkaitan dengan reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk yang mereka hasilkan. Dia menambahkan, modus lama dimana penipu mengirimkan surat ke konsumen sudah mulai ditinggalkan.

Sekarang modus baru yang digunakan oleh komplotan penipu adalah dengan memasukkan kupon palsu ke dalam kemasan berbagai produk. Dalam kupon itu disebutkan seolah-olah konsumen memenangkan hadiah tertentu dan diminta untuk menghubungi nomor telepon tertentu. Konsumen yang menelepon ke nomor tersebut, diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening penipu dengan beragam dalih.

“Berbagai produk yang dihasilkan oleh empat perusahaan ternama di Indonesia seperti Unilever Indonesia, Nestle Indonesia, Frisian Flag Indonesia dan Sari Husada tak luput dari sasaran para komplotan penipu tersebut,” lanjut Gazali. Oleh sebab itu, Depsos bersama enam perusahaan yaitu Unilever Indonesia, Nestle Indonesia, Frisian Flag Indonesia, Sari Husada, Pos Indonesia dan BNI 46 mencanangkan kampanye Waspada Penipuan Berkedok Undian Berhadiah. Kampanye ini diselenggarakan untuk mengikis aksi penipuan dengan kedok undian berhadiah.

Pada kampanye tersebut juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam bentuk penyebaran dan pemasangan poster-poster di toko-toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, kantor cabang BNI dan ATM BNI. “Kampanye ini sangat penting sebagai perlindungan kepada masyarakat dari penipuan berkedok undian berhadiah. “Penipuan berkedok undian berhadiah ini dikemas begitu canggih dan sekarang sasarannya adalah masyarakat yang ada di daerah terpencil. Dengan menyebarkan 1 juta poster ini diharapkan masyarakat dapat memperhatikan hal-hal yang ditulis dalam poster tersebut, sehingga dapat memperkecil akal penipu untuk melakukan penipuan ini,” lanjutnya.

Sementara itu Direktur Human Resources and Corporate Relations PT Unilever Tbk Joseph Bataona mengatakan, undian berhadiah yang diberikan oleh PT Unilever Indonesia tidak pernah menganjurkan masyarakat untuk mentransfer sejumlah uang. “Untuk itu masyarakat harus waspada apabila ada undian berhadiah pada produk kami yang meminta masyarakat untuk mentransfer sejumlah uang, itu undian palsu. Sebab kali tidak pernah meminta masyarakat untuk mentransfer sejumlah uang,” tegasnya. ***


stevani elisabeth, Jakarta

Kami menayangkan pengiriman informasi/naskah Ruang Publik, jika telah mencantumkan No.telp, No.ponsel & alamat jelas di form Ruang Publik atau ke email: jurnalnet@yahoo.com



Jurnalnet - 30 Juli 2007

http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=AduanPublik&op=detail_aspirasi_aduan_publik&id=174

No comments: