31 July 2007

Mengintai di pusat perbelanjaan & pasar tradisional: Depsos tangkal penipuan dengan sejuta poster

Depsos RI menyatakan perang terhadap penipuan berkedok undian berhadiah yang kerap mengatasnamakan produk yang dijual di pusat perbelanjaan atau pasar tradisional.

Kecanggihan modus operandi dari sindikat penipuan ini pun kerap membuat kewalahan pihak berwajib seperti Depsos dan kepolisian dalam memerangi penipuan berkedok undian dan promo berhadiah ini.

"Kami memang kerap kewalahan menghadapi akal sindikat penipuan tersebut. Setiap kami menemukan penangkal modus operandi mereka, sindikat ini akan mengeluarkan modus operandi baru yang lebih canggih," ucap Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos, Chazali Situmorang usai kampanye Sejuta Poster: Waspada Penipuan Berkedok Undian Berhadiah di Pasar Rumput, Manggarai, Jaksel, kemarin.

Menurutnya, selama ini modus penipuan berupa pemberitahuan pemenang undian atau promo berhadiah via pos dan SMS dari produsen produk dan menyatakan bahwa konsumen menjadi pemenang undian yang seakan-akan diadakan oleh produsen barang-barang tersebut.

"Saat ini sudah ditemukan modus operandi baru yaitu kupon palsu yang dimasukkan ke dalam kemasan produk secara diam-diam, lalu ditaruh kembali ke rak toko atau pusat perbelanjaan," jelas Chazali.

Dengan penyebaran poster-poster penyadaran dan peringatan mengenai bahaya dan modus penipuan di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional, diharapkan masyarakat paham dan berhati-hati terhadap pengumuman undian atau promo berhadiah yang datang.

Direktur Human Resource and Corporate Relation PT Unilever Indonesia, Joseph Bataona berharap, jika ada pengumuman hadiah yang sampai kepada konsumen harap segera menghubungi call center atau layanan masyarakat sesuai yang tertera dalam kemasan produk-produknya.

Tambahnya, undian yang saat ini dilakukan PT Unilever hanya ada tiga, yakni Rinso bertajuk Ayo Main Bersama, Jangan Takut Kotor yang berlangsung hingga 31 Agustus 2007. Lifebouy, bertajuk Sehat Ada Ditangan Kita berlangsung hingga 31 Agustus 2007. Terakhir Domestos Nomos bertajuk Gosok Nomos dapat Rejeki yang berlangsung hingga 31 Juli 2007.

"Selain itu tidak ada. Jika ragu, harap hubungi nomor telepon Suara Konsumen Unilever," tegasnya.

Rakyat Merdeka - 31 July 2007

No comments: