31 July 2007

Mensos: Waspadai penipuan berkedok undian

Enam perusahaan mendukung pencanangan kampanye 'Waspada Penipuan Berkedok Undian Berhadiah' yang diusung Depsos. Pencanangan itu dilakukan mengingat aksi penipuan berkedok promosi dan undian berhadiah makin marak di tengah-tengah masyarakat belakangan ini.

"Berbagai upaya dilakukan oknum yang berusaha menipu konsumen. Untuk itu harus diwaspadai, perlu pengikisan dengan menyosialisasikan ke masyarakat dalam bentuk penyebaran dan pemasangan poster di toko, modern outlet, pasar tradisional, dan seluruh kantor cabang serta ATM BNI," ujar Mensos Bachtiar Chamsyah di Jakarta, Senin (30/7).

Perusahaan yang mendukung program itu antara lain PT Unilever Indonesia, PT Nestle Indonesia, PT Sari Husada, Frisian Flag Indonesia, BNI, dan PT Pos Indonesia. Berdasarkan data yang diterima Depsos yang bermitra dengan PT Pos Indonesia, periode Januari-Juli 2007, sudah mengumpulkan 13.932 amplop undian palsu.

Laporan pengaduan dari masyarakat selama satu tahun terakhir mencapai 100.000 orang. Dari pihak PT Pos Indonesia melaporkan, biasanya surat palsu itu terlihat dari ketebalan yang sangat jauh berbeda dari surat biasa.

Jagad Prakasa Dwialam, Sales Direktur dari PT Sari Husada mengaku, sangat prihatin dengan aksi penipuan berkedok undian berhadiah. Pihaknya juga menerima 500 laporan melalui layanan konsumen tentang masalah itu.

Hal senada diungkapkan Joseph Bataona, Direktur HRD dan Corporate Relation PT Unilever Indonesia, yakni pihaknya telah menerima 24.000 laporan mengenai kupon palsu. Dikemukakan, ada dua cara mengetahui apakah kupon undian asli atau tidak dari PT Unilever. Yakni, cek nomor telepon yang ada di kupon dan bila diminta mentransfer sejumlah uang, berarti palsu. "Sebab Unilever tak pernah memungut sepeser pun uang dari konsumen," tukasnya.

Inti kampannye melalui poster itu, agar masyarakat mewaspadai penipuan berkedok undian dan promo berhadiah baik melalui surat pos, kupon palsu dalam produk, SMS, dan telepon. "Masyarakat diharapkan lebih cermat menyikapi penipuan ini," jelas Mensos.

(ony)

Berita Kota - 31 Juli 2007

No comments: