03 July 2007

Penipuan dengan Modus Undian Berhadiah Makin Marak

Kriminalitas

Yogyakarta, Kompas - Penipuan berkedok undian berhadiah yang menyeret konsumen untuk membeli barang dengan harga mahal ditengarai makin marak terjadi. Masyarakat harus mewaspadai modus lama ini karena para pelaku terus mencari celah untuk bisa mengelabuhi konsumen.

Kepala Seksi Pengawasan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Yogyakarta Imam Nurwahid mengemukakan, pelaku penipuan ini biasanya menyewa ruko-ruko, mal, atau supermarket sebagai showroom mereka dalam jangka waktu beberapa minggu atau bulan.

"Modus mereka dengan mencegat langsung konsumen atau menyebarkan brosur ke rumah. Hal kedua inilah yang banyak terjadi. Saya pernah mendapat brosur itu dikirim ke rumah. Ketika mengecek ke lokasi di Jalan Magelang ternyata bohong-bohongan," ungkap Imam, Senin (2/7) di Yogyakarta.

Brosur itu memaparkan si penerima pemenang undian atau beruntung terpilih mendapat sekian persen potongan harga kalau membeli produk yang ditawarkan pelaku. Biasanya mereka diminta datang ke sebuah showroom.

Pelaku menawarkan harga yang dipromosikan lebih miring ketimbang harga di pasaran, padahal sejatinya tidak. Kalau mau dirunut, kata Imam, sebagian produk yang ditawarkan, seperti vacuum cleaner, dispenser, atau televisi, malah tidak dijual oleh toko-toko elektronika.

Potongan harga

Ade (29), warga Ngaglik, Sleman, mengaku, sepanjang tahun ini ia dikirimi brosur seperti itu dua kali. "Dalam brosur, saya dikatakan terpilih untuk dapat potongan harga kalau membeli barang. Tapi, saya tidak datang ke showroom mereka karena saya yakin itu penipuan," ujarnya.

Penipuan berkedok undian berhadiah berada di urutan kedua, atau seperlima dari total jumlah kasus yang masuk ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Yogyakarta.

Sepanjang 2007 hingga Juni, penipuan semacam ini yang dilaporkan ke BPSK sebanyak tiga kasus. Tahun 2005 dan 2006 masing-masing ada tujuh laporan dan tiga laporan. Namun, Imam meyakini banyak yang tidak mau melaporkan hal itu. (PRA)

No comments: