30 July 2007

Waspada, Penipuan Berkedok Undian Meningkat



LIPUTAN UTAMA

indosiar.com, Jakarta - Jumlah kasus penipuan dengan bekedok undian dan promo berhadiah meninggkat. Pos Indonesia melaporkan 13.932 amplop berisi pengiriman undian palsu berhasil disortir. Tahun sebelumnya, PT Pos Indonesia juga telah menjaring 44,281 amplop berisi undian palsu.

"Pelaku mempergunakan modus baru dalam menjalankan niatnya," ujar Direktur Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Gozali Sitomorang saat kampanye penebaran 1 juta poster berisi waspada penipuan berkedok undian dan promo berhadiah di Pasar Rumput, Manggarai, Senin 930/7) siang.

Madus baru dimaksud Ghozali yakni memasukkan kupon palsu ke dalam kemasan berbagai produk. Dalam kupon disebutkan seolah-olah konsumen memenangkan hadiah tertentu dan diminta menghubungi nomor telepon tertentu. Konsumen yang menghubungi nomor tersebut akan diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening penimpu dengan beragam dalih. Produk-produk yang disalahgunakan diantaranya dari Unilever, Nestle, Frisian Flag dan Sari Husada.

"Kupon dimasukkan ke dalam kemasan ketika berada di atas truk angkutan, lalu dijatuhkan di sebuah komplek, orang yang menemukan seakan-akan telah memenangkan undian dari produk tersebut," ujar Ghajali.

Kasus terakhir yang terungkap oleh pihak kepolisian yakni produk susu di pasar swalayan Naga Cimanggis dan di penggrebekan di Duta Harapan Bekasi. "Juga ada penggrebekan di Bogor, banten dengan nilai penipuan hingga dua milyar," ujar Armay, Kasubdit Administrasi dan Perizinan. Tersangka yang telah diamankan hingga kini menjadi 8 orang.

Armay meminta kalangan ibu rumah tangga, yang kerap menjadi korban dari data kasus penipuan untuk berhati-hati dan tidak melakukan transaksi atas suruhan atau petunjuk SMS. Karena, proses undian yang saat ini mulai dijalankan adalah membebaskan pemenang undian dari beban pajak hadiah.(Her)

Updated: Senin, 30 Juli 2007 17:5:00 WIB

http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=63320

No comments: