23 July 2007

Waspadai penipuan undian berhadiah!


Tips menghindari penipuan

- Waspadalah terhadap upaya penipuan promosi undian berhadiah, baik melalui surat
pos, kupon palsu dalam produk, SMS, telepon, kurir dan lain-lain.

- Jangan layani permintaan transfer uang.

- Jangan tergiur dengan ajakan menebus hadiah dengan segala cara yang mengharuskan
Anda mengeluarkan uang.

- Periksalah keaslian kupon atau pemberitahuan yang Anda dapatkan dengan menghubungi telepon resmi produsen yang tercantum pada kemasan produk. Atau hubungi 108 untuk informasi telepon resmi produsen.

- Hadiah yang tidak diambil dalam 6 bulan setelah diumumkan, akan diserahkan ke
Departemen Sosial. Tidak ada hadiah yang dilelang.

- Bagi pembuat dan pemakai surat palsu diancam hukuman 6 tahun penjara (pasal 263
ayat (1), (2) KUHP.

Modus penipuan melalui kupon undian berhadiah

Masyarakat luas kini harus berhati-hati dengan lebih mewaspadai berbagai bentuk
penipuan, baik bergaya lama maupun baru. Sekira lima tahun lalu, di Jawa Tengah
pernah marak penipuan undian berhadiah. Sang penipu yang diduga adalah jaringan
sindikat kejahatan, memasang iklan di sebuah harian cukup terkenal dengan
mengatasnamakan sebuah produk ternama.

Masyarakat yang menjadi konsumen produk tersebut lalu berbondong-bondong mengirimkan bungkus produk tersebut via pos ke alamat penyelenggara undian tersebut yang ternyata palsu. Tak lama kemudian, para peserta undian menerima surat pemberitahuan bahwa mereka menjadi pemenang dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai berjumlah jutaan rupiah, sepeda motor atau mobil baru. Mereka yang curiga akan melacak tentang kebenaran undian tersebut. Namun celakanya, cukup banyak anggota masyarakat yang percaya begitu saja, dan akhirnya uang mereka melayang ke kantong si penipu.

Modus penipuan yang termasuk gaya baru adalah ulah si penipu yang memasukkan kupon palsu ke dalam kemasan produk. Bagaimana kupon palsu bisa sampai ke tangan konsumen?

1. Penipu membeli produk dalam jumlah besar.
2. Penipu membuka kemasan produk dan memasukkan kupon palsu ke dalamnya.
3. Kemasan direkatkan lagi.
4. Penipu menaruh produk secara diam-diam di rak toko atau di area umum/perumahan.
5. Konsumen membeli produk di toko atau menerima surat yang melampirkan kupon palsu.
6. Konsumen membuka kemasan/surat dan menemukan kupon palsu.
7. Konsumen menghubungi nomor telpon yang tercantum pada kupon palsu dan diminta mentransfer uang.

Modus lainnya adalah si penipu mengirim kupon palsu ke konsumen melalui pos.

Anda menjadi korban penipuan undian berhadiah?

Apabila Anda ragu-ragu dengan keberadaan kupon undian pada sebuah produk atau Anda sudah menjadi korban penipuan undian berhadiah, segera laporkan ke perusahaan resmi penyelenggara undian berhadiah. Atau hubungi:

Biro Humas Departemen Sosial RI
Jl. Salemba Raya no 28, Jakarta Pusat
Telp: (021) 310-0468, 310-0470

atau hubungi Dinas Sosial terdekat.


"Waspada Penipuan Undian Berhadiah"

No comments: