01 August 2007

HAPPY Salma ingin tangkap penipu undian berhadiah




Happy tunjukkan kertas undian penipuan

SIAPA saja bisa kena penipuan undian berhadiah melalui berbagai media seperti di sms, melalui email bahkan kiriman surat melalui pos. Seperti halnya yang telah dialami oleh artis seksi Happy Salma. Namun meski begitu, Happy tidak menjadi korbannya.

"Wah saya sering dapet tuh mas sms yang nipu. Ibu dan bapak aku juga pernah eh ternyata temen-temenku juga pernah di sms yang mengabarkan dapat hadiah dan harus mentransfer uang segala tapi aku nggak peduliin itu dan untungnya aku nggak pernah jadi korbannya," ucap Happy ditemui Rileks.com disela-sela Kampanye Nasional Waspada Penipuan Undian Berhadiah di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (30/7).

Meski sering di sms oleh nomer yang tidak dikenalnya, awalnya Happy tidak merasa terganggu. Namun mulai kesal saat si penipu terus mengirimkan sms apalagi mencoba menelpon dirinya. "Saat itu aku mau maki-maki, eh ditutup. Dan saat mencoba menelpon nomer tersebut, nomer malah nggak aktif lagi," jelasnya.

Yang lebih mengesalkan artis asal Sukabumi, Jawa Barat ini saat mendengar kabar kalau para penipu malah pernah menggelar selamatan segala saat mendapatkan uang ratusan juta rupiah dari hasil menipu dari korbannya.

"Kok bisa yah mereka dan pengen banget rasanya menjebak si penipu. Tapi ya itu mereka lebih lihai. Jadi dengan cara seperti ini, mengkampanyekan dan mengingatkan kepada masyarakat agar hati-hati kayaknya lebih baik dari pada memburu mereka," tambahnya.

Happy melihat cara kerja para penipu undian berhadiah sangat profesional. Alasanya nggak mungkin dilakukan dengan sendiri. "Modus seperti itu pasti sindikat dan nggak mungkin dilakukan sendirian. Ada meetingnya dulu, ada usaha apalah buat menipu orang. Jadi mari kita kampanye bersama-sama untuk mencegah korban berjatuhan," papar Happy.

Happy mengaku kaget saat tahu korban dari tahun ke tahun bertambah. Karena itu, Ia mau turut serta dalam kampanye tersebut meski udara sangat panas. Apalagi pemberantasan dan kampanye mulai mendapat dukungan dari Departemen Sosial dan berbagai produsen makanan yang selama ini menjadi korban karena nama produknya suka dibuat untuk menipu. [musa/foto:musa]

http://www.rileks.com/seleb/detnews/30072007052825.html

No comments: