02 August 2007

Waspadai Penipuan Berkedok Pulsa isi Ulang

Liputan6.com, Depok: Praktik penipuan dengan modus kupon undian berhadiah bukan hal baru lagi. Uang tidak lagi menjadi target, melainkan pulsa isi ulang. Tak hanya di Jakarta dan sekitarnya, kasus ini diperkirakan sudah merambah di hampir seluruh kota di Tanah Air. Hadiah yang ditawarkan pun beragam, mulai sepeda motor hingga uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Seperti yang dialami Endang Triratna Ningsih. Warga Depok ini menjadi korban penipuan undian bermodus pulsa isi ulang atas nama SCTV. Tak sedikitpun muncul kecurigaan dari Endang. Korban semakin percaya saat pelaku menolak tawaran uang tunai pengganti pajak. Korban tak sadar ketika pelaku memintanya mengirimkan kode voucher atau pulsa isi ulang sebagai ganti pajak.

Sejak awal, anggota keluarga curiga dan mengingatkan kemungkinan adanya penipuan. Namun korban tak bergeming dan lebih memilih menuruti perintah pelaku. Saat membeli voucher isi ulang, telepon kembali berdering. Saat itu kecurigaan pihak keluarga semakin kuat. Pelaku meminta kewajiban berbusana muslim ketika hadiah diantarkan ke rumah korban. Korban juga telah menyiapkan kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan foto sebagai syarat penerimaan hadiah.

Lantas pihak keluarga berusaha mencari keterangan dengan mengonfirmasi langsung ke SCTV. Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Korban telanjur menyerahkan 70 lembar voucher isi ulang seharga Rp 100 ribu per lembarnya. Setidaknya Rp 7 juta telah diserahkan korban kepada pelaku. Dan hadiah yang dijanjikan tak kunjung terwujud.

Menghadapi kasus seperti ini memang dibutuhkan kewaspadaan dari masyarakat. Sejumlah instansi juga telah seringkali mengingatkan mereka agar tak mudah termakan tipuan yang mengatasnamakan suatu institusi. Untuk kesekian kalinya pula pihak SCTV kembali mengingatkan agar masyarakat lebih peka atas berbagai modus penipuan.

Sejumlah langkah dapat dilakukan seperti meneliti identitas penelepon, mengonfirmasi kepada institusi asal penelepon, mengonfirmasi kebenaran penyelenggaraan undian berhadiah, dan menghindari bujukan iming-iming hadiah dalam bentuk apa pun. Selain itu, waspadai bila pelaku atau penelepon meminta syarat, baik berupa uang atau lainnya guna mengambil atau menerima hadiah. Yang terakhir, laporkan kepada aparat terkait bila timbul kecurigaan.(YNI/Agus Ginanjar)

Liputan 6 - 02/08/2007 13:46 Info Kriminal

http://www.liputan6.com/news/?id=145472&c_id=11

No comments: