30 January 2008

[maki-online] Jadi Korban, OC Kaligis Minta Interpol Ungkap Kejahatan Dressel

25/01/2008 12:33 WIB
Muhammad Nur Hayid - detikcom

Jakarta - Mega penipuan investasi Dressel Investment Limited/PT Wahana Bersama Globalindo (WBG) adalah kejahatan lintas negara. Salah satu korban, praktisi hukum OC Kaligis, meminta Polri bekerjasama dengan Interpol mengungkap kasus ini.

Permintaan itu dilontarkan OC Kaligis dalam jumpa pers penandatanganan kerjasama Crisis Center Dressel/WBG dengan kantor pengacara dari Singapura, Rajah and Tann KPMG, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2008).

"Terus terang saya juga korban kebodohan dari investasi ini. Ini menyangkut uang Rp 3 triliun lebih. Kalau polisi mau, apalagi yang kena orang-orang penting, itu bisa. Karena ini kejahatan transnasional, perlu dibentuk kerjasama interpol mengungkap kejahatan ini," ujar Kaligis.

Ia juga meminta Kapolri benar-benar melacak arus uang dari investor yang dilakukan WBG. Kaligis juga meminta kepada JPU dan pengadilan untuk dapat mengembalikan uang yang digelapkan.

"Pemerintah cq Kapolri harus benar-benar bisa melacak pelaku ini. Kalau Hendra Raharja (bos Bank Harapan Sentosa yang juga klien Kaligis dalam kasus BLBI) aja bisa, masa ini tidak," ujar dia.

Kaligis juga mengaku kecewa dengan proses hukum yang berjalan selama ini, karena tuntutan hukuman terlalu ringan terhadap pelaku.

"Saya agak kecewa, karena yang di Semarang cuma dihukum 5 tahun. Sementara biasanya kalau orang berduit, hukuman di penjara 8 tahun hanya bisa dijalani 3 tahun. Belum lagi mereka selalu mendapat remisi tiap tahunnya," kata Kaligis.

Sementara Ketua Crisis Center WBG Janto Wijaya mengatakan, sore hari ini mereka akan bertemu dan berkoordinasi dengan Ketua DPR Agung Laksono yang juga menjadi korban.

"Kami juga akan mengirim surat pada presiden, megaproyek ini harus terungkap," ujarnya.

Kerjasama dengan kantor pengacara Singapura Rajah dan Tann KMPG ini diharapkan dapat membongkar penipuan Dressel dan mengembalikan dana yang digelapkan investor karena kantor pengacara ini memiliki komputer forensik.

Berdasarkan dakwaan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, WBG sebagai agen Dressel berhasil menghimpun dana sebesar Rp 3,5 triliun, dengan jumlah nasabah lebih dari 1.000. Terakhir, 28 Februari 2007, jumlah nasabah aktif PT WBG adalah 4.070 dengan jumlah investment sertificate 10.090. Total investasi lebih dari AS$ 143 juta atau Rp 1,4 triliun.

Tersangka yang diadili adalah Dirut PT WBG Krisno Abiyanto Soekarno, Direktur Keuangan Thomas Aquino Ganang Rindarko, dan Direktur Operasional Paimin Landung. Mereka dijerat dengan UU 10/1998 tentang Perbankan, UU 25/2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, dan KUHP.

Dressel, menurut keterangan Krisno, masih beroperasi di Hong Kong dan Amerika Serikat. ( nwk / sss )

 
 
__._,_.___

blog: http://maki-online.blogspot.com



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: