14 February 2008

[maki-online] Pencurian motor

----- Forwarded Message ----
From: Anto Tiger
Sent: Wednesday, February 13, 2008 9:45:10 AM


FYI.

Simulasi Curanmor
Cuma 34 Detik!
Minggu lalu, MOTOR Plus menurunkan tulisan motor
favorit yang jadi incaran maling. Di situ dijelaskan
pencoleng bedebah itu, menurut Kasat V Ranmor
Ditreskrim Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta, cuma
butuh kurang 1 menit untuk menggondol motor
jarahannya. "Lewat dari waktu itu, maling
meninggalkan motor," ungkap AKBP Nico.

MOTOR Plus coba mensimulasikan pencurian kendaraan
bermotor (curanmor) ini. Dengan bantuan beberapa
'teman' juga ahli kunci dan tersangka yang berada
di Polres Jakarta Barat. Berikut hasilnya.

TANPA PENGAMAN 34 DETIK

Menurut MS (41 th) pemain yang sudah malang melintang
di dunia curanmor selama 14 tahun ini, ia membutuhkan
waktu kurang dari 1 menit untuk merusak kunci kontak
motor bebek lama.

Lebih lanjut dijelaskan. Model lama ini memiliki ciri,
rumah kunci tidak terlalu dalam melindungi anak kunci.
Dengan kunci letter 'T' model pendek dengan ujung
tipis, sekali tekan dan putar dengan sedikit tenaga
maka, anak kunci akan rusak. Dan motor langsung on.

MOTOR Plus sempat melihat peragaannya hanya butuh
waktu kurang 1 menit. Tepatnya, 43 detik. Hal sama
juga dilakukan oleh seorang ahli kunci di bilangan
Kebayoran Lama. Dengan kunci letter 'T' bikinan
MOTOR Plus, motor sudah bisa digondol dalam waktu
kurang dari 2 menit. Si ahli kunci ini bukan pemain,
tapi bisa melakukan karena tiap hari mengerti struktur
anak kunci.

GEMBOK LEBIH DARI 5 MENIT

Simulasi berikutnya, dengan gembok rumah.
Untuk gembok kualitas bagus seharga di atas Rp 20
ribu, maling terbukti tidak bisa membongkar gembok.
"Bisa saja dibuka. Tapi dengan alat bantu. Dan itu
berisiko," jelas ahli kunci tadi.

Merusak dengan alat bantu memang berisiko tinggi.
Apalagi, menurut AKBP Nico Afinta, modus operandi
maling motor berbeda dengan mobil. "Lokasi favorit
di parkiran dan siang hari. Jadi tambahan pengaman ini
membuat maling berpikir beberapa kali," jelasnya
lagi.

Begitu juga dengan pengaman roda di suspensi depan.
"Proses eksekusi dengan alat tambahan jelas makan
waktu. Saya selalu menghindarinya," jelas tersangka
yang berasal dari sebuah desa di Serang, Banten.

RB yang mengaku bukan pemain tapi kenal dekat dan tahu
persis modus operandi curanmor ikut kasih tambahan.
"Lewat pengamatan lama, maling tahu mana motor yang
pakai alarm dan tidak. Bahkan mereka punya feeling
kuat di soal ini," bukanya.

Jadinya, mereka akan memprioritaskan motor yang tanpa
pengaman. "Yang tanpa pengaman masih banyak kenapa
harus mengincar yang pakai?" katanya dengan nada
tinggi.

MOTOR BARU TIDAK DISUKAI

Dibanding motor lama, motor bebek baru dan motor Sport
lebih sulit untuk di 'T'. Honda Supra X 125,
Suzuki New Smash, New Shogun, Honda Mega Pro baru.
Memiliki karakteristik anak kunci yang agak sulit
dirusak.

Seperti Honda Supra X 125 dan New Shogun sudah
memiliki penutup anak kunci. Honda menyebutnya key
shutter. Sedangkan Mega Pro baru, posisi anak kunci
jauh ke dalam. Ini yang bikin sulit.

Menurut Kapolsek Ciledug, AKP Agus Widartono, maling
profesional memiliki 9 model kunci 'T'. "Mereka
melakukan simulasi lebih dahulu sebelum mengeksekusi.
Jadi, saat 'bekerja' target sudah jelas dan lokasi
sudah ditentukan," jelas polisi yang pernah menjabat
Kanit Ranmor Polres Jakarta Barat ini.

Encuy Samsudin ahli kunci sejak 1979 asal Bandung
menambahkan. "Kelemahan sistem kunci motor terutama
motor bebek standar pada umumnya mempunyai bentuk yang
terlalu pendek dan mudah dijebol karena bahan getas.
Dulu dari baja atau kuningan, sekarang banyak dibuat
dari cor-coran," jelasnya.

Menurutnya lagi, kunci teraman yang menggunakan sistem
pelor seperti kebanyakan motor Eropa. "Saya kerap
kesulitan kalau memperbaiki kunci model begini. Selain
secara konstruksi yang lebih rumit sehingga agak sulit
buat dibongkar. Sistem ini dinilai efektif untuk
menghindari aksi curanmor yang menggunakan kunci T.
Nggak mudah dijebol," ujar pria praktik di seberang
komplek Metro Soekarno-Hatta Bandung ini.

MULAI OBSERVASI SAMPAI EKSEKUSI

Kalau dihitung total, sebenarnya untuk
'memetik'sebuah motor bisa mencapai lebih 30
menit. "Ini karena si maling harus melakukan langkah
terlebih dahulu sebelum eksekusi," jelas AKBP Nico
Afinta, Kasat V Ranmor Ditreskrim Polda Metro Jaya.

Proses observasi ini bertujuan untuk melakukan
pengamatan situasi. Termasuk jika terjadi hal yang
tidak diinginkan. Misalnya, ketahuan sebelum motor
bisa digondol. "Biasanya butuh waktu sekitar 30
menit. Pelakunya juga tidak sendiri. Satu pengawas
dengan motor lainnya. Yang satunya pemetik,"
jelasnya.

RB menambahkan. "Maling sebenarnya bukan mengincar
motor tapi mengincar zona alias daerah. Yang jadi
target utama adalah daerah yang aman lewat proses
'ngegambar' alias melihat situasi."

Katanya, mereka tak mengincar korban yang rutin ada di
situ tetapi kebalikannya. "Motor yang biasanya nggak
ada di situ kok ada? Berarti faktor kelengahan besar
dan itulah target utama," jelasnya.

Buatnya maling yang tiba-tiba lihat motor langsung mau
ngembat adalah maling putus asa, modal nekad dan tidak
professional. "Yang sejati nggak bekerja seperti
itu," jelasnya lagi.

SEKILAS SOAL MALING

* Kunci T diistilahkan Astag, jadi hirarki tertinggi
para curanmor. Artinya yang pakai astag adalah curamor
paling professional. Konon, benda ini mirip istri
kedua si maling, sangat pribadi.
* Mereka punya bahasa khas. Misal di daerah Jawa
Barat, terdapat istilah aneh. Misal motor (utar
monong), polisi (silop), mobil (ubal moning), maling
(ulang maning)
* Bintang sama tahun (misalnya dihukum 3 tahun, ia
akan bilang dapat 3 bintang)
* Target utama bukan motor mahal atau motor yang lagi
laris di penjualan. Melainkan motor yang bisa dipakai
ngojek di daerah terpencil.


blog: http://maki-online.blogspot.com

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/maki-online/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/maki-online/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:maki-online-digest@yahoogroups.com
mailto:maki-online-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
maki-online-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

No comments: