25 April 2008

Hati-hati Tukang Tambal Ban Di Semanggi

Bila Anda sering melintasi Jembatan Semanggi hingga Taman Ria Senayan, pasti Anda sekali waktu pernah melihat di bawah Jembatan Semanggi tersebut tukang tambal ban sedang asyik memperbaiki ban sepeda motor dengan peralatan seadanya. Bagi kebanyakan pengendara motor, mereka hanya bisa pasrah menjadi korban "ranjau paku" yang ditebar si tukang tambal ban. Mau menuduh tidak ada bukti dan saksi. Kurir kantor saya pernah juga menjadi korbannya. Lembar lima ribuan pun melayang dari dompet.
Ternyata, bukan hanya orang awam yang menjadi korban ranjau paku, petugas patroli wilayah (Patwal) Polda Metro Jaya pun kena getahnya. Lima petugas yang melintas di bawah Jembatan Semanggi, Sabtu lalu(19/4), mengalami kempes ban motor terkena paku ukuran 7 cm.
Tentu saja karena yang korban adalah Patwal, si tukang tambal ban ngacir. Alhasil mereka harus mendorong moge nan berat itu hingga satu kilometer ke daerah Bendungan Hilir. Itu minggu lalu.
Tadi pagi, ketika saya melintas di tempat yang sama, telah ada dua korban ranjau paku dan masing-masing ditangani seorang tukang tambal ban. Mereka ternyata belum kapok-kapok juga. Ironisnya, polisi pun, yang telah menjadi korban, cuek-cuek saja melihat kejadian tersebut. Padahal, menurut saya, polisi seharusnya bisa "mengusir" tukang tambal ban tersebut dengan alasan mengganggu lalu lintas, karena mereka menggunakan badan jalan. Dan kalau memang benar-benar niat memberantas ranjau paku di sepanjang Jalan Gatot Subroto, polisi bisa jadi meng-intel-i para tukang tambal ban tersebut hingga tertangkap tangan.
Atau mungkin pihak Polda Metro Jaya tidak melihat ini sebagai skala prioritas kerja mereka, walaupun terjadi persis di depan hidungnya? ***



"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

visit me at : http://berajasenja.multiply.com/

and

http://www.friendster.com/myberaja

^-^ salam beraja, -anj- ^-^

No comments: