04 April 2008

Rp 500 Juta Raib. Puluhan Warga Bakit Cemas

Bangka Pos - Kamis, 03 April 2008

JEBUS, BANGKA POS - Puluhan warga Desa Bakit Kecamatan Jebus berharap-harap cemas. Uang mereka sekitar Rp 500 juta yang ada di tangan Herlina (31) sampai kini belum juga kembali.

Mereka uring-uringan setelah mengetahui Herlina dan keluarganya beberapa hari ini tidak ada di rumahnya di Dusun Belembang Desa Bakit. Kecemasan warga semakin bertambah setelah ditunggu-tunggu Herlina sampai, Rabu (2/4) belum juga pulang. Jangankan menampakkan batang hidung, kabarnya pun tak sampai ke telinga warga. Itu lah mengapa warga menduga ibu muda itu telah melarikan diri.

Herlina diketahui menyimpan sedikitnya Rp 500 juta uang milik sekitar 30 warga Desa Bakit. Uang itu ada yang dipinjam langsung dari warga untuk keperluan pribadi, ada juga dihimpun melalui arisan.

Linda (50) misalnya, ada piutang pada Herlina sebesar Rp 30 juta. "Awalnya uang itu simpanan untuk anakku bangun pondok (rumah--red). Namun, karena bujuk rayu Herlina, akhirnya kuserahkan uang tunai itu padanya," kata Linda kepada Bangka Pos Group, Rabu (2/4).


Menurut Linda, saat mau meminjam uang tersebut, Herlina berjanji akan melunasinya tiga hari setelah peminjaman. Tanpa berburuk sangka, Linda pun percaya dengan janji Herlina.

"Katanya hanya minjam tiga hari saja," cetus Linda yang berharap Herlina dapat mengembalikan uangnya. Lain halnya Ema (38) warga Desa Bakit lainnya. Ia merasa tertipu setelah diajak Herlina ikut arisan dengan sistem `tembak'. Aturan main arisan sistem ini dimana siapapun yang berani membayar dengan nominal lebih besar saat pengambilan, maka
diprioritaskan menarik uang tunai arisan lebih dahulu. Sistem ini ada syaratnya yaitu perorang dipotong sebesar nominal harga `tembak' tersebut.

"Nah, saat itu Herlina nembak dengan nilai rupiah besar. Jadi kami kasih dia narik dulu," ungkap Ema yang tidak menyangka setelah menarik uang arisan kini tak ada kabar beritanya.
Ema sendiri menanam `saham' arisan pada Herlina sebesar Rp 24 juta.

Sedangkan Wawan (25), selain sudah menyetor uang arisan Rp 9 juta, uang tunai miliknya sebesar Rp 10 juta juga ada di tangan Herlina.

Seperti halnya Linda dan Ema, Wawan juga tidak menyangka uang miliknya bakal raib. Keinginan untuk ikut dalam permainan arisan dan bermaksud hati membantu orang, namun sebaliknya malah menderita kerugian belasan juta rupiah.

"Saya pikir dia itu baik orangnya. Sekarang saya rugi belasan juta," imbuh Wawan. Menurut Wawan, saat diajak ikut main arisan, tak sedikitpun ia menaruh curiga karena Herlina
dikenalnya berperangai baik.

"Kalau mas lihat dia, mungkin ketipu. Orangnya baik, kalau bicara bahasanya halus, tapi...," ujar Wawan. Sebenarnya, aktivitas yang dilakukan Helrina ini sudah berlangsung satu tahun terakhir. Namun, gelagat buruk belum tercium oleh warga. Selain urusan arisan, Herlina dikenal warga mengolah uang pinjaman untuk usaha TI miliknya. Ia sering meminjam uang kepada seorang warga untuk membayar utang pada warga lainnya. "Dia itu gali lubang tutup lubang untuk usahanya, mas," kata Wawan.

Khawatir tertipu, warga melaporkan masalah itu kepada Kepala Desa Bakit, Bambang. Setelah melalui rapat bersama warga, akhirnya mereka bersama-sama mendatangi rumah korban di Dusun Belembang. Namun sayang, Herlina bersama anak, suami dan keluarga lainnya tidak ada di rumah.

"Kita sudah rembuk bersama para korban, bagaimana menyikapi langkah selanjutnya," ujar Bambang. Menurut Bambang, laporan kejadian ini sebenarnya mau langsung dilaporkan ke polisi. Hanya saja, hasil rembuk warga masih memberikan toleransi siapa tahu Herlina hanya
pergi untuk beberapa waktu. Namun, setelah beberapa waktu ditunggu-tunggu, Herlina sama sekali tidak memberikan kabar berita. Bahkan pihak keluarga, suami dan anak-anaknya pergi entah kemana.

"Kita tahunya dia bersama keluarga sudah tidak ada lagi di rumah, makanya kita sepakat untuk melaporkannya ke kepolisian besok (hari ini--red)," kata Bambang.

Berdasarkan hasil rembuk kades bersama warga, ada bermacam-macam tuntutan mereka. Diantaranya, akan disita semua harta benda milik Herlina, kemudian diproses hukum pidana/ perdata, dan mengembalikan uang mereka.

"Masyarakat ingin uang mereka dikembalikan," imbuh Bambang seraya mengatakan saat ini semua harta benda milik Herlina sudah diamankan warga di rumah Kades.

Kapolsek Jebus AKP Jojo Sutarjo saat dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan dari warga. "Saya belum terima laporan itu," kata Jojo.

Kapolsek menghimbau masyarakat tenang menyikapi permasalahan ini, dan jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

1 comment:

Aluguel de Computadores said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Aluguel de Computadores, I hope you enjoy. The address is http://aluguel-de-computadores.blogspot.com. A hug.