07 September 2008

[maki-online] Ditipu "Petugas" Bank

Ditipu "Petugas" Bank
Minggu, 7 September 2008 | 01:09 WIB
 
 
 
Penipu memang selalu pintar. Seorang nasabah Bank BNI di Jambi, Junitha Saragih Munte, mengaku menjadi korban penipuan di anjungan tunai mandiri atau ATM. Pelaku penipuan diduga merupakan jaringan penipu yang jeli memanfaatkan ATM rusak.
 
"Uang saya lenyap hanya sekejap. Senilai Rp 4 juta," kata Junitha. Bermula ketika kartu ATM Junitha nyangkut di dalam mesin. Junita langsung menghubungi petugas BNI sesuai nomor yang tertera di stiker logo BNI.
 
Ia mengakui, kejadian itu berlangsung di ATM Hotel Novotel, Jambi, pada Selasa (2/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi gangguan ATM BNI yang ia hubungi—sesuai dengan yang tertera di stiker—dengan nomor 0741 7145734. Petugas Bank BNI yang mengangkat telepon itu mengaku Antony.
 
"Saya meminta petugas untuk memblokir nomor rekening saya, lalu Antony meminta nomor rekening, identitas, dan anehnya ia juga tanya nomor PIN ATM BNI saya," tutur Junitha. Awalnya Junitha ragu memberikan nomor PIN tersebut. Namun, karena diyakinkan dengan nomor pada stiker pemberitahuan itu, Junitha pun akhirnya memberikan nomor rahasianya.
 
Ternyata, Junitha tertipu—dan kalah cepat dengan si penipu. Ketika ia menuju bank BNI untuk memblokir rekening secepatnya, saldo buku tabungannya ternyata sudah ditarik Rp 4 juta dan hanya tersisa Rp 1.600.000.
 
Rupanya penipuan dengan modus memanfaatkan kerusakan ATM BNI itu sudah marak. Dan biasanya, uangnya ditarik secara tunai oleh pelaku penipuan dari ATM bank lain yang ada di sekitar ATM BNI yang rusak tersebut. Siapakah petugas bank yang mengaku "Antony"? Perlu pelacakan lebih lanjut dari yang berwajib di Jambi.... (Antara)
 
 
__._,_.___

blog: http://maki-online.blogspot.com



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: