03 September 2008

[maki-online] Para Kasek Keluhkan DAK, Anggap Jadi Alat Penekan Oknum Dinas

Para Kasek Keluhkan DAK, Anggap Jadi Alat Penekan Oknum Dinas
Wednesday, 03 September 2008


PASURUAN - SURYA-Program dana alokasi khusus (DAK) pendidikan, yang
seharusnya untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, diduga
berbalik arah. Pasalnya, program DAK sebesar Rp 250 juta/ sekolah
itu diduga menjadi oknum Dinas P dan K menekan para kepala sekolah
(kasek). "Banyak pihak berupaya merebut uang senilai Rp 250 juta
ini," keluh AY, seorang kasek SD di Kecamatan Gadingrejo, Kota
Pasuruan, kepada Surya, Selasa (2/9).

Dia menambahkan, dana itu bersifat swakelola untuk pembangunan
phisik gedung maupun pengadaan sarana prasrana serta meubeler
sekolah. "Namun dengan berbagai dalih dan menakut-nakuti, oknum
dinas meminta sekolah menuruti mereka agar kami berhubungan dengan
rekanan tertentu," keluhnya.

Di Kota Pasuruan terdapat 68 SD/MI penerima DAK, terbagi untuk
kategori I (9 sekolah) dan kategori II (58 sekolah). Di sekolah yang
masuk kategori I, dana Rp 250 juta yang mereka terima digunakan
untuk pembangunan gedung sekolah. Sedangkan sekolah-sekolah dalam
kategori II, dana Rp 250 juta dipakai pembangunan gedung dan
pengadaan meubeler Rp 160 juta dan pengadaan sarana-prasarana Rp 90
juta.

Menurut para kasek, sesuai peruntukkannya DAK sebagai dana swakelola
dari depdiknas diserahkan sekolah agar dikelola sesuai petunjuk
teknis. Namun, imbuh mereka, pihak sekolah ternyata terus
dintervensi.

"Untuk pembelian sarana prasarana seperti buku, alat peraga dan
multi media senilai Rp 90 juta, kami ditekan agar memesan ke rekanan
yang ditunjuk. Bahkan oknum itu menyodorkan surat pesanan berlogo
Pemkot Pasuruan yang diketiknya agar kami teken," terang AY seraya
menunjukkan surat pesanan dan perjanjian yang ditekennya.
AY dan kawan-kawan mengaku khawatir akan terjerat kasus
hukum. "Jika barang yang dikirim rekanan ternyata tidak sesuai
juknis, waduh, kami bakal diseret oleh jaksa dan ditempatkan seperti
koruptor," kata seorang kasek di Kecamatan Bugul Kidul yang mengaku
bernama Suparto.
Hingga Selasa (2/9) petang, upaya Surya meminta konfirmasi ke
sejumlah pejabat di lingkungan Dinas P dan K Kota Pasuruan tak
berbuah hasil. Didik Rame DW, kepala Dinas P dan K Kota Pasuruan,
misalnya, ketika berkali-kali dihubungi via ponsel tidak mengangkat
ponsel. Saat dikirimi SMS, tak dijawab. st13


------------------------------------

blog: http://maki-online.blogspot.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/maki-online/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/maki-online/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:maki-online-digest@yahoogroups.com
mailto:maki-online-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
maki-online-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

No comments: